Tuesday, April 28, 2015

Merupakan Dosa jika Tentangganya tidak Merasa Aman dengan Prilaku Buruknya

Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih:

عَنْ أبِي شُرَيْحٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «وَالله لا يُؤْمِنُ، وَالله لا يُؤْمِنُ، وَالله لا يُؤْمِنُ». قِيلَ: وَمَنْ يَا رَسُولَ الله؟ قَالَ: «الَّذِي لا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوائِقَهُ». أخرجه البخاري.

Dari Abu Syuraih radhiallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman...!!

Beliau shallallahu alaihi wasallam ditanya,
“Siapa, wahai Rasulullah? Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab,
“Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa aman karena perbuatannya.”
(Muttafaq ’alaih).

Dalam riwayat lain disebutkan:

وَعَنْ أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُول الله صل الله عليه وسلمَ قَالَ: «لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ مَنْ لا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ». أخرجه مسلم.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman karena perbuatannya".
( HR. Muslim )

Demikian, wabillahi at-taufiiq

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Monday, April 27, 2015

Semoga ini baik, insya Allah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketaqwaan dan waro'nya. Tiap kali ia melihat sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara nyata adalah kejadian buruk.

Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yang dia katakan saat kalian menutup pintu penjara ?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, 'Semoga ini baik, insya Allah'”

Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, karena korban harus dalam kondisi yg sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya.

Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah’ saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa pada akhirnya kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku yang tidak sempurna.” "Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu ?” Ia menjawab, “Andaikata saya tidak berada didalam penjara dan saat itu saya ikut tertangkap bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu”

Maka jika mendapat kejadian buruk ucapkan saja : “Semoga ini baik, insya Allah.” Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan pada kehidupan kita semua. Aamiin...

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.  (QS Al-Baqarah : 216)

Sunday, April 26, 2015

IKHLAS‎

‎‎

Sesuatu yg sulit namun hrs kita lakukan didlm kehidupan dan penghidupan di dunia ini adalah IKHLAS.

Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

 Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanya kan apa amalmu dibanding apa posisi mu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuat mu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika tertinggal mendorongmu mempercepat kecepatan.

Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar , dan ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta dan data...

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"Dan mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kpd Allah dg ikhlas dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."‎ ( QS. 98:5‎)

*****
Bravo ihbs.....

---------------------------
📋 Copas dari group WA ملتقى الدعاة الى الله (kiriman Ust. Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc. حفظه الله تعالى)
Dan IHBS = Ibnu Hajar Boarding School

Pendeknya SMS Syaikh 💧💧

✏Oleh: Ust. Muflih Safitra hafidzahullah

Dulu ana sering bergumam dalam hati, mengapa Syaikh Saad Asy-Syatsriy kalau menjawab SMS hanya "نعم/صحيح/لا/تفضل/سلمك ربي و إياه" dan jawaban singkat lainnya.

Dulu juga ana pernah bertanya dalam benak sendiri mengapa sebagian asatidz kita tidak pernah membalas SMS/pesan FB. Kalaupun membalas, jawabannya hanya: Boleh, tidak boleh, tidak tahu, dan semacamnya.

Mungkin...
▶ Waktu mereka banyak tersita untuk belajar dan mengajar, siang dan malam.

▶ Mereka tidak ingin kita belajar instant dengan fatwa. Kita 'digiring' untuk mencari dalilnya, karena ilmu itu bukan kata mereka melainkan dalil di balik perkataan itu.

Semoga Allah merahmati mereka, memberkahi dan memanjangkan umur mereka dalam ketaatan.

Dinukil dari: FB Ust. Muflih Safitra

Demikian, wabillahi at-taufiiq

Di Antara Tanda-Tanda Sehatnya Hati ❤❤



1⃣ Ia senantiasa memotivasi  dan menjadi pendorong bagi pemiliknya untuk senantiasa bertaubat dan kembali kepada Allah Azza wajalla.

2⃣ Ia tidak merasa bosan dari berdzikir dan beribadah kepada Allah Ta'ala.

3⃣ Apabila terlewatkan darinya dari berbuat taat, maka ia dapati penyesalan yg sangat mendalam lebih dari penyesalan dan rasa sedih dan sakitnya kehilangan hartanya.

4⃣ Ia mendapati lezatnya beribadah kepada Allah lebih dari pada lezatnya makan dan minum.

5⃣ Apabila sudah memulai shalatnya,  maka hilang kegelisahan dan kesedihannya.

6⃣ Ia lebih pelit dari kehilangan waktunya yang berharga dari pada pelitnya kehilangan hartanya.

7⃣ Perhatiannya terhadap keshahihan dan di terimanya amal perbuatannya lebih besar dari pada perhatiannya kepada amal itu sendiri.

Demikian, mudah-mudahan bermanfa'at, wabillahi at-taufiiq

📚 Sumber: kitab Sanabilul khair, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah ad-Dubai'i hafidzahullah
✒ Diterjemahkan oleh: Abu Thalhah Andri Abdul Halim,  Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Syair Petuah Untuk Para Istri ❤

✒ Oleh: Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridhwan, Lc. حفظه الله تعالى

Sungguhlah indah syariat agama
Turun dari empunya alam semesta
Menjaga wanita sepanjang masa
Dari kehinaan menjadi mulia

Masa jahiliyyah masa yang suram
Tanpa lentera laksana malam
Bayi wanita langsung ditanam
Takut bencana datang menghujam

Hamba sahaya dipaksa melacur
Warisan tak dapat nasib tak mujur
Harta yatim dibuat tumpur
Diambil dirampas tiada ukur

Datangnya Nabi rubah manusia
Terangi alam angkat wanita
Menjadi ratu dirumah tangga
Pelihara anak menjaga harta

Betapa elok gemerlap dunia
Kata junjungan alam semesta
Tak seindah istri sholeha
Milik pria yang berbahagia

Sungguh beruntung pemilik istri
Dipandang sedap siapa tak iri
Diperintah taat tak pernah lari
Jaga amanat bila suami pergi

Takutlah dikau wahai kaum hawa
Jangan menjadi fitnah durjana
Bawa petaka bagi peria
Dengan tingkahmu yang angkara murka

Daku khawatir dirimu terkena
Ancaman Nabi tak pernah dusta
Menjadi terbanyak penghuni neraka
Kufur suami tamak akan benda

“Bersedekahlah !” Nabi pesankan
Jiwa ragamu mohon selamatkan
Dari jahannam yang menyeramkan
Hari kiamat ingat-ingatkan

Istri Nuh tak payah ditiru
Istri Luth tak pala digugu
Keduanya binasa tiada ragu
Pintu neraka telah menunggu

Tiada guna bersuamikan nabi
Tiada manfaat bersandingkan wali
Tanpa amal tanpa bakti
Dirimu hancur akan merugi

Hak suami jangan kebiri
Jika hasratnya nak berpoligami
Yang penting adil dalam berbagi
Itu syariat Ilahi Rabbi

Duhai istri jangan terperdaya
Bujuk rayu bangsa Eropa
Istri satu gundik dimana-mana
Penyakit kelamin meraja-lela

Terimalah hukum Yang Maha tinggi
Engkau Mulia tak dizalimi
Suami bahagia engkau diridhoi
Dalam hidup yang hanya sekali

Inilah syair berisi petuah
Mohon amalkan seluruh madah
Moga hidup menjadi cerah
Dunia akhirat dan alam Barzakh


Batam, Senja 10 shafar 1436/1Des 2014

💔💔 Kegundahan dan Kesedihan adalah Hukuman yang Disegerakan ♨ { Nasihat Ulama 📖}




"Diantara sebab dilapangkan dada, dan ditentramkannya hati adalah meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat, kembali dan berlari menuju Allah ta'ala serta menahan diri dan hawa nafsunya...

Kegundahan, kesedihan, dan kegalauan hidup adalah merupakan hukuman yang disegerakan, api (neraka) duniawi yang telah datang menghampirinya.."

✒ Syaikh DR. Abdurrahman Ad-Dahsy hafidzahullah ( anggota Hai'ah at-Tadriis Universitas Al-Qassim, Imam dan Khatib di Jami' Ali bin Abi Thalib Unaizah )

Demikian, wabillahi at-taufiiq

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Syair Petuah Untuk Para Suami

✒ Ustadz: Abu Fairuz Ahmad Ridhwan, Lc. حفظه الله تعالى

Sungguh elok titah ilahi
Angkat derajat para suami
Sebagai pemimpin para istri
Menuju bahagia yang hakiki

Untukmu kutulis petuah berharga
Jaga istrimu dari neraka
Titahkan berhijab dengan sempurna
Sholat fardu tak boleh lupa

Betapa celaka lelaki “dayyuts”
Biarkan wanita tiada berbungkus
Jadi pandangan lelaki rakus
Menghumbar birahi tiada putus

Hak-hak istrimu mohon tunaikan
Memberi nafkah jangan lalaikan
Rumah nan teduh coba wujudkan
Kain dan baju harap belikan

Berlemah lembut jadikan perangai
Rumah tanggamu niscaya kan damai
Aib istri segera tutupi
Salah dan khilaf mengapa tak ampuni

Baju kotormu dicuci dilipat
Anak-anakmu diasuh dirawat
Bekerja seharian hingga penat
Semua demi jaga amanat

Tidur malamnya sungguhlah sedikit
Menjaga sikecil menangis menjerit
Harta bendamu dijaga di irit
Agar dirimu tak jatuh pailit

Mengapa hatinya tega kau sakiti
Dengan lidahmu yang tajam bak belati
Bukankah salahnya hanya satu dua kali
Kau lupakan seluruh jasanya mengabdi

Setelah harta bendamu berlipat
Jabatan pun telah naik pangkat
“Daun muda”mulai memikat
Istri setiamu mulai didamprat

Habis manis sepah dibuang
Pendamping hidupmu mulai meriang
Janji “adilmu” tercampak dikeranjang
Anak istri rindu kemana kau menghilang

Sadarlah wahai suami budiman
Sungguh dahsyat siksaan Tuhan
Bagi lelaki tidak keruan
Lalai tugas amanah sia-siakan

Istri dicipta bukan tuk dipukul
Bekerja dipaksa uang dikumpul
Engkau berleha-leha tersenyum simpul
Mengapa akalmu menjadi tumpul

Inilah petuah yang kugubah
Pesan hidup agar bertuah
Ingatkan suami supaya berubah
Semoga mendung menjadi cerah

Batam, 12 Shafar 1436/4 Des 2014
Abu Fairuz

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

•√ Wallaahu Ta'ala A'lam                                                                                       
•√ Nafa'allahu lil jamii'

Mutiara Hikmah Ulama Salaf


⛔ Jangan Tinggalkan Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar 📢📢

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata: "Mengajak kepada perbuatan ma'ruf dan mencegah dari perbuatan mungkar adalah diantara pondasi Islam terpenting, kewajiban syari'at yang sangat utama...

Oleh karena itu sungguh orang yang meninggalkannya berarti dia telah IKUT SERTA bersama para pelaku maksiat, dan berhak mendapatkan murka Allah Azza wajalla dan ancamanNya..."

📚 Tafsir Fathul Qadir, surat Al-Ma'idah: 78-79

Demikian, wabillahi at-taufiiq

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Silsilah Syekh Abdul Qodir al-Jaelani


🍃Syekh Abdul Qodir al Jaelan. Lahir di Jailan atau Kailan tahun 470 H/1077 M sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau al Kailani atau juga al Jiliydan.

🌴Biografi beliau dimuat dalam Kitab الذيل على طبق الحنابلة Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab al Hambali. Beliau wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul Akhir di daerah Babul Azaj di Baghdad pada 561 H/1166 M.

Imam Ibnu Rajab juga berkata, "Syeikh Abdul Qadir al Jailani Rahimahullah memiliki pemahaman yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma'rifat yang sesuai dengan sunnah."

 Imam Adz Dzahabi juga berkata, " Tidak ada seorangpun para kibar masyayikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak di antara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi".(As-Siyar)

🌴Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil,hal.136, "Aku telah mendapatkan aqidahnya di dalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah(Lihat kitab Al-Ghunyah I/83-94).

Maka aku mengetahui bahwa dia sebagai seorang Salafi. Ia menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Ia juga membantah kelompok-kelompok Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf."

🌴 Inilah silsilah nasab Syeh Abdul Qodir, beliau putra dari
 (1)Abu Shalih bin
 (2) Abu Abdillah bin
 (3) Yahya az-Zahid bin
 (4) Muhammad Al Akbar bin
 (5) Dawud bin
 (6) Musa At-tsani bin
 (7) Abdullah Tsani bin
 (8) Musa al-Jaun bin
 (9) Abdullah Mahdhi bin
 (10) Hasan al-Mutsanna bin
 (11) Hasan Sibthi Rasulillah bin Ali bin Abi Thalib.

🌴Syeikh Abdul Qadir al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh para syekh, ulama, dan ahli zuhud. Beliau banyak memiliki keutamaan dan karamah.

🍃Dinukil dari beberapa sumber biografi Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani

✏ Abu Yusuf حفظه الله تعالى

TIGA MACAM TAUHIDULLAH


( Bagian 3 )

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
 الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا،
من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
 اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرىك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد.....

Kita akan mengkaji apa yang dikatakan oleh Syaikh Sholeh al-Fauzan - hafizhohullah, di mana beliau memberikan contoh tentang macam- macam kesesatan manusia dalam mencari tuhan- tuhan selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kemudian beliau pun menukil bagaimana Allah membuat sanggahan terhadap kesesatan- kesesatan mereka itu.

1⃣ Orang- orang yang menyembah berhala yang mereka namakan sesuai dengan kehendak mereka, yaitu Lata, 'Uzza, Manaat, dan lain- lain.

Hal ini diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Al-Qur'an Surat An- Najm ayat 19 dan 20 tentang perbuatan orang- orang jahiliyah tersebut yang membuat berhala kemudian menamakannya dg sesuka hati ( hawa nafsu ) mereka.

"Maka apakah patut bagi kamu - wahai orang-orang musyrik - mengangkat Lata dan 'Uzza dan Manat yang ketiga yang paling terkemudian sebagai anak perempuan Allah?"

Tentang ayat ini, seorang ulama bernama Al-Imam Al-Qurthubi berkata, "Sudahkah engkau perhatikan baik-baik tuhan- tuhan ini, apakah mereka bisa memberi manfaat atau mudhorot sehingga mereka itu dijadikan sekutu-sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala?"

Demikian pula kisah tentang kaum Nabi Ibrohim 'alaihis salam yang kemudian beliau mendebat, dengan tujuan supaya orang-orang yang tersesat tadi menggunakan akalnya secara cerdas bahwa apa yang mereka buat selama ini, yaitu menjadikan selain Allah sebagai sesembahan adalah menyelisihi akalnya sendiri atau akal sehatnya.

Hal ini juga diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surat Asy-Syuaro' ayat 69 - 74.

"Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrohim, ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Apakah yang kamu sembah ?' Mereka menjawab, 'Kami menyembah berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya'. Ibrohim berkata, ' Apakah berhala- berhala itu bisa mendengarkan doamu ketika kamu berdoa kepadanya atau apakah bisa mereka memberi manfaat kepada kamu atau memberi mudhorot?' Mereka menjawab, ' Bukan karena itu, sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian."

Jadi, di dalam ayat ini disebutkan bagaimana Nabi Ibrohim 'alaihis salam mengajak mereka menggunakan akalnya secara benar bahwa apa yang mereka sembah dari benda- benda mati itu tentu tidak bisa memberi manfaat, bagi dirinya saja tidak apalagi bagi orang lain. Akan tetapi begitulah kedunguan dan kejahilan mereka. Mereka menjadikan benda- benda mati sebagai Tuhan, sebagai yang diagungkan bahkan merasa takut apabila tidak menyembahnya.

Bila kita melihat di zaman kita ini ketika banyak orang- orang yang canggih cara berpikirnya, membahas masalah-masalah keduniaan, apakah itu alat- alat persenjataan, alat-alat transportasi, ataupun alat-alat komunikasi, maka rasanya kita pantas untuk mengacungkan jempol untuk mereka. Mereka itu benar-benar cerdas dalam hal ini. Akan tetapi, di saat yang sama, mereka terlihat dungu bahkan sangat bodoh karena mereka tidak menggunakan akalnya dalam mencari apa yang ia sembah.

Sama seperti orang-orang di masa Nabi Ibrohim 'alaihis salam dulu, di mana mereka menyembah selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Benda-benda mati yang mereka ukir, apakah terbuat dari kayu, semen, dan pasir. Setelah mereka bentuk, kemudian mereka menganggap, 'Inilah Tuhan kami, inilah yang harus kami sembah dan tidak boleh meninggalkan sesembahan kepadanya karena mereka akan murka kepada kami'.

Ini menunjukkan betapa dungunya mereka bila diarahkan pada masalah yang satu ini.

2⃣ Orang yang menyembah matahari, bulan, dan bintang.
Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala pun menyanggah hal ini di dalam Al-Qur'an surat Al-A'rof ayat 54.

Kemudian juga dalam Surat Fushshilat ayat 37 :

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Maka janganlah kalian sujud kepada matahari, dan jangan pula kalian sujud kepada bulan, tapi sujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu jika kamu hanya beribadah kepada-Nya."

3⃣ Orang-orang yang tersesat, di mana mereka menyembah malaikat, juga menyembah Nabi 'Isa alaihissalam atas dasar anggapan  bahwa Nabi 'Isa anak Allah (Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan -pen).

Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menyanggah semua anggapan mereka itu di dalam Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun ayat 91.

Dalam Surat Al-An'am ayat 101,  Allah berfirman :

" Allah sekali-kali tidak memiliki anak. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak memiliki istri?"

Juga pada surat yang seringkali kita baca dan kita dengar, yaitu Surat Al-Ikhlas,
"Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya."

Inilah beberapa contoh kesesatan manusia dan bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menyanggah semua kesesatan-kesesatan tersebut tujuannya agar kita benar-benar menggunakan akal yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita secara cerdas dan sehat. Dan tidak mengikuti langkah-langkah mereka yang tersesat dan cenderung mengikuti bisikan- bisikan syaithon. Na'udzubillahi min dzaalik.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم. والسلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.


[ Transkrip telah dimuroja'ah oleh Ustadz Ubaidillah Masyhadi]

TIGA MACAM TAUHIDULLAH SUBHANAHU WA TA'ALA


( Bagian 2 )

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
 الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا، من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
 اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرىك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد.....
Pada majlis ini kita masih melanjutkan pembahasan tentang macam- macam tauhid.
Syaikh DR. Sholeh al- Fauzan - hafizhohullah ta'ala- berkata, "Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan manusia dengan fithroh, yaitu mengakui tauhid (bagi Allah) dan mengakui (Allah sebagai) Robb Sang Pencipta ".

Kemudian beliau menukil beberapa ayat yang menguatkan pendapat beliau.

▶ Pertama QS. ar- Ruum : 30
فاقم وجهك للدين حنيفا فطرت الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله.
" Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Tetaplah atas fithroh Allah yang (Dia) telah menciptakan manusia menurut fithroh itu. Tidak ada perubahan pada fithroh Allah. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ".

▶ Kedua QS. al- A'rof : 172
" Dan ingatlah ketika Robbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman, 'Bukankah Aku ini Robbmu ?' Mereka menjawab, 'Benar, Engkau adalah Robb kami, kami menjadi saksi '. Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami Bani Adam adalah orang- orang yang lengah terhadap hal ini (ke-Esaan Robb)'."

Dari sini, kita bisa mengambil 2 pelajaran,
✏ Pertama bahwa pengakuan terhadap Rububiyah Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah sesuatu yang fithri.

Mengapa kemudian manusia bisa menyimpang dari yang fithri ini ?

Karena sebagaimana Rosulullah Shollallahu 'alaihi wa Sallam bersabda di dalam riwayat Bukhori dan Muslim :
" Setiap bayi dilahirkan atas dasar fithroh, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashroni, atau Majusi ".

✏ Kedua bahwa perubahan dari yang asal berupa penyelewengan dari aqidah yang benar adalah sesuatu yang datang kemudian.
Di sini, dikatakan oleh Rosulullah Shollallahu 'alaihi wa Sallam diantara faktor penyebab mengapa seorang anak manusia menyimpang dari fithrohnya yaitu karena kedua orang tuanyalah yang menggiringnya menjadi Yahudi, Nashroni, atau Majusi. Dan ini bisa diqiyaskan pula bahwa seseorang itu bisa dipalingkan kepada agama- agama buatan manusia yang lainnya.

Syaikh Sholeh al- Fauzan - hafizhohullah- berkata, " Seandainya manusia diasingkan dan dibiarkan fithrohnya, maka pasti ia akan mengarah pada tauhid yang dibawa oleh para Rosul yang disebutkan oleh kitab-kitab suci dan ditunjukkan oleh alam. Akan tetapi bimbingan yang menyimpang dan lingkungan yang atheis itu faktor penyebab yang mengubah pandangan si bayi. Dari sanalah seorang anak manusia mengikuti bapaknya dalam kesesatan dan
penyimpangan ".

Beliau juga menukil firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hadist qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ahmad :

خلقت عبادي حنفاs فاجتالتهم الشياطين.
" Aku ciptakan hamba- hamba-Ku dalam keadaan lurus, bersih, maka para syaithonlah yang memalingkan mereka ".

Artinya, yang memalingkan dari kebenaran yang Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan di atasnya.

Ikhwani wa Akhawati fiddiin 'azza kumullah...
Kita melihat sekarang ini, bahkan kita menyimpulkan bahwa orang-orang kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala jauh lebih besar jumlahnya dari pada orang yang tetap tegak di atas fithroh yang Allah ciptakan di atasnya. Ini menunjukkan bahwa demikian besar tantangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh manusia. Apabila seseorang itu kuat dalam aqidahnya, maka dengan izin Allah dia akan tetap di atas fithrohnya.

Akan tetapi sebaliknya, ketika seseorang itu goyah, mudah terpengaruh oleh lingkungan yang rusak, maka itulah yang akan menjadikannya menyeleweng dari kebenaran menuju kesesatan atau ia mudah diombang-ambingkan oleh syaithon. Karena kita ketahui bahwa syaithon selalu berusaha tanpa henti-hentinya di setiap waktu menyelewengkan manusia dari aqidah yang benar.  Bagaimana supaya fithroh yang Allah ciptakan bagi manusia itu menjadi rusak sehingga pada hari kiamat nanti, manusia- manusia tersebut yang berhasil dibujuk dan dirayu oleh syaithon memasuki api neraka. Na'udzubillahi min dzaalik.

Oleh karena itu, kembali pada tujuan kita yang sudah kita singgung pertama kali, mengapa kita mempelajari aqidah, mempelajari kitab tauhid, tidak lain adalah untuk membentengi diri kita dari segala bentuk penyelewengan- penyelewengan baik yang dilakukan oleh manusia maupun yang dibisikkan oleh syaithon dari bangsa jin.

Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kita memohon kepada- Nya semoga kita tetap dalam keadaan istiqomah di atas aqidah yang  benar, mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta'ala sampai akhir hayat kita.
اقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم، والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

[Transkrip telah dimuroja'ah oleh Ustadz Ubaidillah Masyhadi]

3 MACAM TAUHIDULLAH SUBHANAHU WA TA'ALA.


Bagian: 1

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
 الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا، من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
 اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد.....

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Ta'ala karena hingga saat ini, kita diberi ketegaran dan semangat yang tetap dalam memperdalam ajaran Islam yang kita cintai, ajaran Islam atau ilmu diin yang merupakan peninggalan yang sangat mahal dari Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi wa Sallam.
Siapapun yang ingin mendapatkan bagian dari peninggalan beliau, maka dibuka pintu yang sebesar-besarnya karena Rosulullah Shollallahu 'alaihi wa Sallam bersabda bahwa barangsiapa yang mempelajari ilmu diin berarti ia telah mendapatkan bagian yang besar dari peninggalan Nabi Shollallahu 'alaihi wa Sallam.

Pada majelis kedelapan ini, kita akan membahas macam-macam tauhid bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Para ulama ahlus sunnah wal jama'ah telah bersepakat bahwa bagian tauhid bagi Allah Ta'ala ada 3 ;
✅ Pertama : Tauhid Rububiyah
✅ Kedua : Tauhid Uluhiyah
✅ Ketiga : Tauhid Asma' wa Shifat

Berikut pembahasan masing -masing tauhid tersebut.

✏ 1. Tauhid Rububiyah bagi Allah Ta'ala

Muallif - Syaikh DR. Sholeh al- Fauzan  hafizhohullah berkata bahwa yang dimaksud tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah Ta'ala dalam hal perbuatan- perbuatan- Nya, yaitu meyakini bahwa Dialah satu-satunya Dzat yang menciptakan seluruh makhluk (seluruh alam semesta).

Allah Subhanahu wa Ta'ala mempertegas hal ini di dalam suroh az-Zumar ayat 62:

الله خالق كل شيء

"Allah adalah Pencipta segala sesuatu ".

Juga di dalam suroh Hud ayat 6, Allah Ta'ala berfirman :

وما من دابة في الارض الا على الله رزقها

" Tidaklah ada melata di muka bumi ini, melainkan Allah yang menanggung rizkinya ".

Ini menunjukkan bahwa Dialah yang memberi rizki seluruh apa yang melata dan juga bagi bangsa manusia.

Demikian pula tauhid Rububiyah bermakna bahwa Dialah Pemilik kerajaan yang mengatur seluruh alam. Dia yang memberikan kecintaan dan Dia pulalah yang memberikan sebaliknya. Dia yang memuliakan dan Dia yang menghinakan. Dia Maha Mampu/ berkuasa atas segala sesuatu. Dia pula yang menggilirkan malam dan siang dan Dia pula yang menghidupkan dan mematikan.
Semua ini tercakup di dalam suroh Ali 'Imron ayat 26 dan 27.

Kemudian Allah telah menafikan bagi diri- Nya syariik, yaitu orang yang bersekutu dengan- Nya dalam hal kerajaan ini, bersekutu dalam hal menciptakan, memberi rizki, dan sebagainya. Karena itulah, ketika ada orang- orang yang berusaha membuat tandingan- tandingan bagi Allah Ta'ala, misalnya dalam hal menciptakan, maka Allah Ta'ala memberikan tantangan yang keras (kpd orang-orang musyrik tsb) sebagaimana Allah berfirman di dalam suroh Luqman ayat 11 :

" Inilah ciptaan Allah, maka hendaklah kalian menunjukkan kepadaku mana yang diciptakan oleh orang - orang yang selain Dia."

Demikian juga Allah Ta'ala berfirman,

امن هذا الذي يرزقكم ان امسك رزقه.

" Atau siapakah yang bisa memberi kamu rizki apabila  Allah menahan rizki bagimu?"
QS. Al-Mulk:21.

Ini juga merupakan tantangan Allah Ta'ala kepada orang- orang yang membuat sekutu bagi Allah, termasuk dalam hal memberi rizki.

Kemudian muallif - hafizhohullah- berkata, "Sebagaimana Allah Ta'ala juga telah mempermaklumkan akan kesendirian- Nya dalam hal Rububiyah atas segala makhluk-Nya dimana Allah berfirman,

الحمد لله رب العالمين

" Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam ".

Wallahu a'lamu bish showab

"SEJENAK MUHASABAH"


♡♡

Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari..

Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun?
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu?        
Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh2; Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan,
sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih,
shalat malam. Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini Insya Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin"

(Diterjemahkan oleh Ust. Ainul Haris, semoga Allah mengampuninya)


-LDK Al Iqtishod, Pengecas Ruhani, Pemberi Inspirasi

Friday, April 24, 2015

Syair Petuah Untuk Para Istri ❤

 ✒ Oleh: Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridhwan, Lc. حفظه الله تعالى

Sungguhlah indah syariat agama
Turun dari empunya alam semesta
Menjaga wanita sepanjang masa
Dari kehinaan menjadi mulia

Masa jahiliyyah masa yang suram
Tanpa lentera laksana malam
Bayi wanita langsung ditanam
Takut bencana datang menghujam

Hamba sahaya dipaksa melacur
Warisan tak dapat nasib tak mujur
Harta yatim dibuat tumpur
Diambil dirampas tiada ukur

Datangnya Nabi rubah manusia
Terangi alam angkat wanita
Menjadi ratu dirumah tangga
Pelihara anak menjaga harta

Betapa elok gemerlap dunia
Kata junjungan alam semesta
Tak seindah istri sholeha
Milik pria yang berbahagia

Sungguh beruntung pemilik istri
Dipandang sedap siapa tak iri
Diperintah taat tak pernah lari
Jaga amanat bila suami pergi

Takutlah dikau wahai kaum hawa
Jangan menjadi fitnah durjana
Bawa petaka bagi peria
Dengan tingkahmu yang angkara murka

Daku khawatir dirimu terkena
Ancaman Nabi tak pernah dusta
Menjadi terbanyak penghuni neraka
Kufur suami tamak akan benda

“Bersedekahlah !” Nabi pesankan
Jiwa ragamu mohon selamatkan
Dari jahannam yang menyeramkan
Hari kiamat ingat-ingatkan

Istri Nuh tak payah ditiru
Istri Luth tak pala digugu
Keduanya binasa tiada ragu
Pintu neraka telah menunggu

Tiada guna bersuamikan nabi
Tiada manfaat bersandingkan wali
Tanpa amal tanpa bakti
Dirimu hancur akan merugi

Hak suami jangan kebiri
Jika hasratnya nak berpoligami
Yang penting adil dalam berbagi
Itu syariat Ilahi Rabbi

Duhai istri jangan terperdaya
Bujuk rayu bangsa Eropa
Istri satu gundik dimana-mana
Penyakit kelamin meraja-lela

Terimalah hukum Yang Maha tinggi
Engkau Mulia tak dizalimi
Suami bahagia engkau diridhoi
Dalam hidup yang hanya sekali

Inilah syair berisi petuah
Mohon amalkan seluruh madah
Moga hidup menjadi cerah
Dunia akhirat dan alam Barzakh


Batam, Senja 10 shafar 1436/1Des 2014

Tuesday, April 21, 2015

⛔ Jangan Tinggalkan Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar 📢📢


Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata: "Mengajak kepada perbuatan ma'ruf dan mencegah dari perbuatan mungkar adalah diantara pondasi Islam terpenting, kewajiban syari'at yang sangat utama...

Oleh karena itu sungguh orang yang meninggalkannya berarti dia telah IKUT SERTA bersama para pelaku maksiat, dan berhak mendapatkan murka Allah Azza wajalla dan ancamanNya..."

📚 Tafsir Fathul Qadir, surat Al-Ma'idah: 78-79

Demikian, wabillahi at-taufiiq

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Thursday, April 16, 2015

18 Sunnah dari Sunnah-Sunnah pada Hari Jum'at

 1. Mandi jum'at, sebagaimana pendapat kebanyakan para ulama (bahkan sebagian ulama berpendapat mandi jum'at adalah wajib bagi yang hendak menghadiri shalat jum'at, pent)

2. Memakai minyak wangi

3. Memakai pakaian yang terbaik dan terindah, berdasarkan kesepakatan para Ulama (sebagaimana perkataan Ibnu Quddamah rahimahullah)

4. Bersiwak

5. Bersegera dan datang lebih awal untuk melaksanakan jum'at (sebagaimana pendapat kebanyakan para Ulama)

6. Menuju masjid dengan berjalan kaki, bukan dengan menaiki kendaraan, berdasarkan kesepakatan Ulama (sebagaimana dikatakan oleh Imam An-Nawawi).

7. Shalat jum'at di masjid yang terdekat dengan tempat tinggal anda

8. Berjalan menuju masjid dengan penuh ketenangan

9. Memperhatikan dan berusaha mendapatkan waktu yang mustajab untuk berdoa (khususnya di akhir waktu ba'da ashar menjelang maghrib)

10. Memperbanyak shalawat atas Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam

11. Membaca surat Al-Kahfi

12. Mendengarkan dengan seksama dan memperhatikan khutbah jum'at

13. Mendekat dan merapat ke tempat Imam, berdasarkan kesepakatan para ulama (sebagaiaman dikatakan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah).

14. Mengarahkan wajah kearah khatib ketika ia berkhutbah, berdasarkan Ijma' para Ulama. (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Quddamah rahimahullah).

15. Shalat sunnah rawatib setelah shalat jum'at 2 rekaat atau 4 rekaat (dengan dua kali salam).

16. Melakukan shalat tathawwu' (shalat sunnah) hingga khatib naik ke mimbar.

17. Memberikan wewangian pada masjid dengan bukhur atau sejenisnya, sebagaimana pendapat Jumhur Ulama.

18. Dan bersedekah pada hari ini memiliki keistimewaan dibandingkan hari-hari lainnya (sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya 'Zadul Ma'ad').

♨ PERINGATAN DAN PERHATIAN ⛔

Beberapa hal yang perlu di hindari, diantaranya:

1⃣ Jangan memisahkan antara dua orang (yang duduk berdekatan)

2⃣ Jangan melangkahi leher dan bahu-bahu jamaah jum'at yang telah duduk mendahului anda.

3⃣ Jangan berbuat hal-hal yang sia-sia, termasuk juga bersiwak atau memainkan biji tasbih atau lainnya ketika khatib sedang berkhutbah.

4⃣ Jangan membangunkan saudaramu muslim dari tempat duduknya agar anda bisa duduk di tempatnya.

5⃣ Dan apabila anda telah masuk masjid, dan khatib sedang berkhutbah maka janganlah duduk sampai anda melaksanakan dua rekaat ringan  'tahiyatul masjid'.

Demikian, mudah-mudahan bermanfa'at.  Wabillahi at-Taufiiq

📋 Diterjemahkan dari tulisan Syaikh DR. Muhammad bin Abdullah Al-Habdan, حفظه الله تعالى
✒ Oleh: Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya

Wednesday, April 15, 2015

MAAFKAN AKU BILA TAK SEMPURNA

 من ذا الذي ماساء قط؟
 ومن له الحسنى فقط؟

🚇 Siapakah yang tak pernah salah…?
🚇 Dan siapakah yang hanya punya kebaikan saja..?

🚇 Begitu kata orang arab… Karena seonggok daging yang bernama manusia itu adalah tempat salah dan lupa. Menuntut kesempurnaan darinya hanya akan membuat kita lelah.
🚇 Orang yang mencari sahabat yang sempurna tanpa cela seperti orang hendak menegakkan benang yang basah, semua sia-sia dan akan selalu berakhir dengan sepi tanpa kawan.

🚇 Diriwayatkan bahwa Raja bin Haiwah -rahimahullah- berkata:

 "من لم يؤاخ إلا من لاعيب فيه قل صديقه، ومن لم يرض من صديقه إلا بالإخلاص له دام سخطه، ومن عاتب إخوانه على كل ذنب كثر عدوه"

 “Barangsiapa yang hanya bersahabat dengan orang yang (menurutnya) tidak tercela, akan sedikit sahabat yang dimilikinya. barangsiapa yang hanya mengharapkan keikhlasan dari sahabatnya, ia akan selalu mendongkol. Dan barangsiapa yang mencela sahabatnya atas setiap dosa yang dilakukan mereka, dia akan banyak memiliki musuh.” (“Siyaru A’laamin Nubalaa’ IV:557)

🚇 Berhentilah menuntut kesempurnaan dari sahabatmu, karena kesempurnaan hanya milik Allah..

🌐 http://abulfayruz.blogspot.de/2014/01/maafkan-bila-dia-tak-sempurna.html

FAKTOR - FAKTOR YANG MENYEBABKAN PENYIMPANGAN 'AQIDAH

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

 السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
 الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا، من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
 اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرىك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد.....

✏ Faktor keempat, disebutkan oleh Syaikh Sholeh al-Fauzan - hafizhohullahu ta'ala, yaitu ghuluw artinya sikap berlebih-lebihan.

Yang dimaksud di sini adalah berlebihan dalam memberikan pujian atau sanjungan kepada orang-orang sholih.

Tentu kita tidak meragukan bahwa orang-orang sholih, terutama para Nabi dan Rosul - sholawat dan salam semoga Allah limpahkan atas mereka semuanya - mereka adalah orang yang sangat dimuliakan oleh Allah ta'ala dimana kita wajib memuliakan mereka. Akan tetapi tidak boleh kita memberikan pujian dan sanjungan melebihi dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah ta'ala.

Kita perhatikan sabda Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam kepada para shohabatnya tentunya hal ini ditujukan kepada kita semuanya,

لا تطروني كما اطرت النصارى عيسى ابن مريم انما انا عبد الله فقولوا عبد الله و رسوله.

"Janganlah engkau mengultuskan aku atau berlebih-lebihan di dalam memujiku sebagaimana yang dilakukan orang-orang Nashrani terhadap 'Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba Allah, maka katakanlah olehmu, 'Hamba Allah dan Rosul-Nya'.''

Para ulama dalam menjelaskan hadist ini berkata bahwa dari sabda Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam, maka beliau melarang kita dari 2 hal,
☝Pertama, ketika beliau mengatakan, 'Katakanlah bahwa aku adalah hamba Allah'
Ini mencegah kita memujinya melebihi dari apa yang telah ditentukan oleh Allah ta'ala.

✌kedua, ketika Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Dan aku adalah rosul-Nya '
memberikan pelajaran bagi kita bahwa kita tidak boleh mengurangi hak beliau apalagi meniadakan sama sekali seperti mendustakan akan kerosulan beliau.

Dua sikap ini yaitu berlebihan di dalam memuji dilarang dan dicela oleh Allah ta'ala sekalipun dengan niat baik karena kita sangat mencintai Rosulullah shollallahu
'alaihi wasallam sebagaimana kita juga dilarang mendustakan kerosulan beliau.

Kita melihat sejarah di zaman Nabi Nuh alaihis salam. Ketika 5 orang sholih meninggal dunia, meninggalkan mereka, mereka merasa ditinggal oleh orang-orang sholih karena orang-orang sholih tersebut memiliki jasa-jasa yang baik.
Kemudian syaithon memanfaatkan hal ini dimana syaithon membisikkan mereka supaya mereka membuat patung yang mirip dengan wajah orang-orang sholih dan diberi nama seperti nama mereka. Maka mereka pun mengikuti bisikan syaithon dengan membuat 5 patung. Ketika selesai pembuatan patung, mereka memang tidak memujanya. Namun ketika datang generasi berikutnya yang tidak memahami apa alasan orang-orang terdahulu membuat patung tersebut, yaitu meng-keramatkan patung tersebut karena memang demikianlah tipu daya syaithon sehingga menjadilah mereka menyembah patung-patung tadi selain daripada Allah ta'ala dan tercapailah tujuan dari iblis laknatullah 'alaih.

Ketika tradisi mereka sudah begitu kuat menjadikan kelima patung tadi sebagai tuhan selain Allah yang disembah-sembah dan dikeramatkan, kemudian Nabi Nuh ingin meluruskan aqidah mereka supaya hanya beribadah kepada Allah saja, maka mereka pun sulit meninggalkan kebiasaan yang buruk ini.

Hal ini diabadikan oleh Allah ta'ala dalam Surat Nuh,

وقالوا لا تذرن الهتكم ولا تتذرن ودا ولا سواعا، ولا يغوث ويعوق و نصرا

"Berkatalah ( sebagian mereka kepada sebagian yang lain), 'dan janganlah sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan yang selama ini kalian sembah (selain Allah) dan jangan pula kalian meninggalkan sesembahan kepada Wad, Suwa, Yaghuts, Ya'uq, dan Nashr' ."

Jadi, 5 nama yang disebut dalam ayat ini adalah 5 orang sholih dari kaumnya Nabi Nuh yang beriman kepada Allah yang kemudian dibuat patungnya sepeninggal mereka oleh orang di masa itu. Inilah cara syaithon menyeret manusia pada kesesatan sedikit demi sedikit sehingga manusia tidak merasa bahwa mereka diseret ke tengah neraka, naudzubillah min dzaalik.

Ini saja penjelasan tentang bahayanya ghuluw / sikap berlebihan dalam memuji orang-orang sholih. Sekali lagi bahwa kita wajib memuliakan orang-orang sholih, para wali Allah, terutama para Nabi dan Rosul dan juga para Shohabat Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam - semoga sholawat dan salam Allah limpahkan atas mereka semuanya - akan tetapi kita tidak boleh berlebihan di dalam memujinya hingga memberikan sifat-sifat ilahiyah atau yang menjadi sifat khusus bagi Allah ta'ala apalagi sampai menuhankan mereka.

Telah dimurojaah oleh: Ustadz Ubaidillah Madyhadi.

Tuesday, April 14, 2015

Renungan sehri-hati

Tiga hal yg membawa penyakit :

1) الكلام الكثير
* Banyak bicara
2) النوم الكثير
* Banyak tidur
3) الأكل الكثير
* Banyak makan
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

وأربعة أشياء تهدم البدن :
Empat hal yg merusak badan :

1) الهم
* Duka
2) الحزن
* Sedih
3) الجوع
* Lapar
4) السهر
* Tidak Tidur Malam
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

و أربعة تزيد في ماء الوجه وبهجته :
Empat hal menambah cerah wajah :

1) التقوى
* Taqwa
2) الوفاء
* Jujur
3) الكرم .
* Pemurah
4) المروءة
* Jaga Kehormatan
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

و أربعة تجلب الرزق :
Empat hal yg menarik rezeki :

1) قيام الليل
* Qiyamul Lail
2) كثرة الاستغفار بالأسحار
* Banyak istighfar waktu 2/3 mlm
3) تعاهد الصدقة
* Biasa Bersedeqah
4) الذكر أول النهار وآخره
* Berdzikr waktu awal pagi dan petang
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

وأربعة تمنع الرزق
 empat hal yg menjauhkan rezeki :

1) نوم الصبح
* Tidur waktu pagi
2) قلة الصلاة
* Sedikit sholat
3) الكسل
* Malas
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

كلما هممت بفعل معصية تذكر ثلاث آيات :
Setiap kali ingin membuat maksiat ingat tiga ayat :

 1-"ألم يعلم بأن الله يرى"
"Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah sedang melihat"

 2-"ولمن خاف مقام ربه جنتان "
"Siapa yg takut kpd kedudukan Tuhannya baginya dua syurga"

 3-"ومن يتق الله يجعل له مخرجآ“
"Siapa yg bertaqwa kpd Allah. Dia jadikan baginya jalan penyelesaian"

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
إذا أعجبتك / هذه الكلمات
 لا تبخل bبها على اصحابك واحبابك .. !!

Kalau kamu kagum dgn kalimat2 ini jgn ragu untuk sebarkan ke kawan2mu dan org yg kita kasihi karena Alloh. Trims

semoga bermanfaat bg umat Islam....



>>Info Radio Jutaan pendengar;
www.radiorodja.com

Kesalahan-Kesalahan dalam Shalat yang Dapat Membatalkannya

Bagian (1)

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian kaum muslimin di dalam shalatnya, yang jika ia melakukan SALAH SATU-NYA maka dapat berakibat MEMBATALKAN shalatnya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1⃣ Mengucapkan takbiratul ihram sebelum imam mengucapkan "Allahu Akbar" untuk takbiratul ihramnya, atau sebelum imam selesai mengucapkannya.

2⃣ Makmum yang terlambat lalu mengucapkan takbiratul ihram ketika ia turun untuk ruku' atau sujud mengejar ruku' atau sujudnya imam, yang harus dia lakukan adalah takbiratul ihram dalam keadaan berdiri, kemudian ruku' atau sujud mengikuti gerakan imam.

3⃣ Apabila seorang makmum mendapatkan imam dalam keadaan ruku' lalu ia turun untuk ruku' pada saat imam mulai mengangkat bangkit dari ruku'nya sebelum makmum masbuk tersebut sempurna dan tuma'ninah dalam ruku'nya maka ruku'nya tidak di anggap ruku' yang sah, sehingga wajib baginya mengulangi, dan jika ia tidak mengulangi atau mengganti rekaat tersebut maka shalatnya tidak sah.

Karena tidaklah dianggap mendapatkan satu rekaat kecuali telah ruku' bersama imam dengan sempurna dan tuma'ninah, yaitu seukuran membaca dzikir wajib pada ruku' dengan keadaan tenang.

4⃣ Membaca surat Al-Fatihah, atau dzikir-dzikir dalam shalat dengan di dalam hati tanpa menggerakkan lisan dan kedua bibirnya,  maka shalatnya tidak sah karena tidaklah disebut membaca orang yang hanya terlintas sebuah bacaan di dalam hatinya walaupun ia seolah-olah seperti membaca.

5⃣ Terlambat dari mengikuti gerakan imam dengan sengaja hingga berpindah pada rukun berikutnya, maka shalatnya tidak sah. Seperti imam sujud lalu makmum tidak mengikuti sujudnya kecuali setelah imam bangkit dari sujud untuk duduk diantara dua sujud, maka shalatnya tidak sah. Karena ia dengan sengaja meninggalkan kewajibannya untuk mengikuti imam.

6⃣ ......

Bersambung ke silsilah berikutnya InsyaAllah......

Demikian,  wabillahi at-taufiiq

📚 Diringkas dari risalah "خمسة عشر خطأ تبطل الصلاة"  Syaikh Shalih bin Sulaiman Ar-Rajhi hafidzahullah.
✒Oleh: Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Monday, April 13, 2015

Adab-Adab Muslim Ketika Menguap

📋 Syaikh DR. Muhammad bin Abdullah Al-Habdan hafidzahullah dalam twitter nya (@dr_alhabdan) menyebutkan tentang beberapa sunnah atau adab-adab ketika seorang muslim menguap, diantaranya adalah:

1⃣ Menahannya semampu mungkin

2⃣ Jika tidak mampu maka letakkanlah telapak tanganmu ke bibirmu..

3⃣ Rendahkan suara atau lirihkan semampu mungkin..

4⃣ Dan tidak ada bacaan isti'adzah (doa ta'awudz) pada saat menguap...

Demikian,  mudah-mudahan bermanfaat, wabillahi at-taufiiq

✒ Diterjemahkan oleh: Andri Abdul Halim, Lc حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

FAKTOR - FAKTOR YANG MENYEBABKAN PENYIMPANGAN 'AQIDAH

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

 السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
 الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا، من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
 اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرىك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد.....

Pada majelis keempat ini, kita akan menyinggung permasalahan yang dibahas oleh muallif atau penulis buku Kitabut Tauhid yang ditulis oleh asy-Syaikh Sholeh al-Fauzan - hafizhohullahu ta'ala - yaitu tentang faktor-faktor yang menyebabkan penyimpangan aqidah, dimana dalam pembahasan ini, beliau mengingatkan pertama kali tentang bahayanya menyimpang dari aqidah yang benar dan bagaimana peran aqidah yang benar terhadap amalan yang bermanfaat bagi seseorang.

Beliau mengatakan, "Penyimpangan dari aqidah yang benar adalah kehancuran dan kesesatan. Karena aqidah yang benar merupakan motivator atau pemberi semangat yang paling kuat bagi amal yang bermanfaat ".
Beliau juga mengatakan bahwa seseorang apabila tidak memiliki aqidah yang kuat, maka dialah yang akan dijadikan mangsa oleh orang-orang yang suka menghembuskan syubhat-syubhat / keraguan sehingga lama-kelamaan orang yang terjebak dalam keraguan itu menjadi tertutupi dari kebenaran terutama masalah aqidah ini.

Syaikh Sholeh al-Fauzan -hafizhohullah - menyebutkan ada 7 faktor utama mengapa seseorang bisa menyimpang dari aqidah yang benar, yakni

✏ Pertama, yaitu kebodohan terhadap aqidah yang benar. Kebodohan ini disebabkan karena enggan mempelajari aqidah dan mengajarkan aqidah tersebut.
Atau kurangnya perhatian terhadap permasalahan aqidah ini.

Oleh karena itu, apabila satu bangsa tidak memperhatikan masalah ini, maka lama-kelamaan akan tumbuh generasi yang tidak memahami aqidah yang benar dan tidak pula memahami perkara-perkara yang bisa merusak aqidah. Atau sebagai lawan dari aqidah yang benar ini berupa aqidah yang bathil.

Sebagaimana seorang shohabat yang mulia, 'Umar bin Khoththob rodhiyallahu 'anhu berkata, "Sesungguhnya ikatan sampul Islam akan pudar satu demi satu manakala dalam Islam terdapat orang yang tumbuh tanpa mengenal kebodohan atau kejahiliyahan".

✏ Kedua , sikap fanatik terhadap sesuatu yang diwarisi oleh bapak-bapak atau nenek moyang mereka sekalipun apa yang diwariskan itu sesuatu yang bathil atau bertentangan dengan aqidah yang benar.

Sebagaimana hal ini juga menimpa masyarakat jahiliyah pada saat itu sehingga ketika datang Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam untuk mengajak mereka pada aqidah yang benar, seperti meninggalkan sesembahan yang selama ini mereka sembah menuju sesembahan yang haq / benar yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala, maka mereka yang masih diliputi oleh ta'ashub/ fanatik yang kuat terhadap perkataan nenek moyang mereka berkata sebagaimana yang tertuang dalam surat al-Baqoroh ayat 170,

" Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Ikutilah kepada apa yang telah diturunkan Allah ', maka mereka menjawab, 'Tidak, tetapi kami tetap mengikuti apa yang telah kami dapati dari perbuatan nenek moyang kami melakukannya'.
Apakah mereka akan mengikuti juga walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu apapun dan tidak pula mereka mendapatkan petunjuk?".

Di dalam ayat ini, Allah ta'ala menyebutkan sikap mereka yang keliru. Hal ini diabadikan di dalam al-Qur'an supaya  menjadi 'ibroh/pelajaran bagi kita bahwa sikap ta'ashub mampu menghalangi seseorang kepada hidayah dan taufiq dari Allah ta'ala. Artinya bahwa kita harus menggunakan akal kita yang cerdas dalam arti ikut merenungi ayat-ayat al-Qur'an dan bagaimana para shohabat memahami ayat-ayat al-Qur'an demikian pula hadist yang shohih dari Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam.

Inilah yang akan menyelamatkan kita dari kebinasaan, yaitu apabila terbebas dari sikap ta'ashub yang berlebihan terhadap nenek moyang sekalipun mereka dalam keadaan sesat.

✏ Ketiga, lalai terhadap perenungan ayat-ayat Allah yang terhampar di jagad raya ini yang disebut ayat-ayat Kauniyah atau alam semesta dan ayat-ayat yang tertuang di dalam kitab-Nya yaitu ayat-ayat Qur'aniyah.

Beliau juga mengatakan dimana mereka juga terbuai dengan hasil-hasil tekhnologi dan kebudayaan sampai-sampai mereka mengira bahwa itu semua adalah hasil kreasi manusia semata sehingga mereka mengagung-agungkan manusia serta menisbatkan seluruh kemajuan ini kepada jerih payah dan penemuan manusia semata.

Sebagaimana kesombongan Qorun ketika ia diingatkan untuk bersyukur pada Allah atas karunia yang Allah berikan kepadanya, maka ia mengatakan,

انما اوتيته على علم عندي

"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku ".

Kita perhatikan di sini, dimana dia mengaku bahwa kekayaan yang ia miliki itu semata-mata adalah karena kepintaran yang ia miliki. Dalam arti bahwa ia ingkar nikmat.

Berbeda jauh tentunya dengan bagaimana sikap Nabi Sulaiman 'alaihis salam ketika beliau mendapatkan karunia yang sangat besar, kerajaan yang megah, kekayaan yang melimpah ruah, bahkan beliau juga diberi kemampuan berkomunikasi dengan hewan, dengan jin,
tapi apakah kemudian membuat beliau lupa diri atau ingkar terhadap
nikmat Allah ?
Tidak. Justru beliau mengatakan,

هذا من فضل ربي ليبلوني ااشكر ام اكفر

" Ini adalah merupakan karunia dari Robbku supaya Dia mengujiku apakah aku ini bersyukur terhadap nikmat Allah itu atau justru aku ingkar "

Thursday, April 9, 2015

Serpihan Tauhid



🙋Jama'ah :
"Ustadz, kenapa kok saya ngerasa bosen ya dengan hidup saya yang gini-giniiii terus...
Ga ada variasinya Tadz, ga ada nikmatnya.
Hidupku hambar pak Ustadz. Apalagi masalah saya itu ituuuu aja...
Bosen saya Ustadz...
Pengen bahagia tapi ko sulit ya Tadz?"


👳Ustadz :
"Ooow.... itu tho...
Mungkin saat ini Alloh juga lagi bosen sama ibu."


🙋Jama'ah :
"Alloh bosen sama saya Ust?
Gimana maksudnya tuh ust?"


👳Ustadz :
"Mungkin Alloh "capek" nyari ibu tapi ga pernah ketemu.

✏Dicari diantara ahli dhuha, ibu ga ada.
✏Diantara ahli tahajud juga ga ada.
✏Diantara ahli puasa sunnah, ibu juga ga ada.
✏Diantara ahli sedekah, ibu juga ga keliatan.
✏Diantara ahli Quran, ibu juga ga ada di sana.
✏Diantara ahli haji, tabungan pun ibu blm punya.
✏Diantara ahli masjid, ibu jarang.
✏Diantara orang-orang khusyuk sholatnya, ibu juga ga ada.
✏Bahkan ibu dicariin diantara mereka yg ahli menutup aurat, tetep juga ga ketemu.

✏Ibu masih minimalis cari yg praktis, tipis, junkis biar isis.

👳Trus Alloh mesti mau nyari ibu kemana lagi Buuu...?"


🙋Jama'ah :
"?????  *Tear* 😭😭😭

👭Beri kami kemudahan utk taat dan cinta  ketaatan padaMu ya Rabb... Aamiin

Grup Belajar Menghafap Al-Qur'an (WhatasApp)

Gabung Menghafal Al-Quran semudah tersenyum
Bagi yg mau ikut menghafal Al Quran stp hari bersama kami, silahkan SMS / WA ke �
0878 7722 1200 ☎
Nama _ Domisili _ Jenis Kelamin
Kami dari Yayasan Askar Kauny akan kirimkan video hafalan secara gratis setiap harinya.
Semoga Allah ridhoi usaha ini dan memudahkan kita semua utk menjadi penghafal Al Quran. 🙏
Wassalam,
@bobbyherwibowo
====================

Halal untuk DISEBARKAN !

#HafizhOnTheStreet #HOTS #KQM #Kauny #HOTSchallenge

Ketika dua insan sudah menyatu (baca : Menikah)



Istri adalah :
1. Orang yang akan mendampingimu seumur hidup.
2. Orang yang akan melahirkan anak-anakmu, walau dengan penuh rasa sakit.
3. Orang yang merawatmu sampai tua.
4. Orang yang akan merawatmu pada saat kau sakit.
5. Orang yang akan selalu mendukung walau kau gagal berpuluh bahkan beratus-ratus kali.
6. Orang yang memberikan hidupnya untukmu.Bahkan ia membuang egonya demi bersamamu.Bahkan saat kau menyakitinya, ia tetap berada di sampingmu..

Sedangkan suami adalah:

1. Orang yang akan menjagamu seumur hidupmu.
2. Orang yang berkorban untukmu.
3. Orang yang menafkahimu.
4. Orang yang merawatmu pada saat kau sakit.
5. Orang yang memelukmu pada saat kau sedih.
6. Orang yang ingin membuatmu bahagia.

Mereka sama berharganya,
hanya saja mereka mempunyai perbedaan-perbedaan yang kadang membuat mereka menyakiti satu sama lain, dan itu hanya dapat diatasi dengan pengertian dari kedua belah pihak.

Hidup itu singkat.
Terlalu singkat untuk berbagi pertengkaran, mencari-cari kekurangan dan mengungkit kesalahan...

Mengapa tidak kamu bahagiakan saja pasanganmu,
dan mengisi hari-hari kalian dengan penuh cinta,
dan membuat pasanganmu tersenyum lebih lebar tiap harinya?

Bukankah itu lebih baik dan bahagia, dibanding saling menyakiti?
Walaupun banyak hal, dimana kenyataannya tak mudah utk dilalui,  bahkan terkadang enggan untuk melaluinya. Kutipan dari ustd faturrahman

APLIKASI KITABUL JAMI' UNTUK SMARTPHONE

Kitabul Jami' ada bersama anda📱

👇👇👇👇👇

Alhamdulillah.. Kabar gembira bagi kt sekalian...
Aplikasi "kitabul jami" lengkap dengan terjemahan sudah tersedia di play store untuk android... Karya persembahan dari ikhwah kita di Yogyakarta...

Silahkan di download.... Wa barokallahu fikum...

Bisa didownload di Aplikasi Playstore
"Kitabul Jami" -

Download Via Playstore

Sangat tepat menjadi teman setia kita...

Silahkan berbagi dgn yg lainnya

RAJA DAN 4 ISTRINYA



✒ Oleh: Ustadz Khalid Syamhudi Al-Bantani, Lc. حفظه الله تعالى

Seorang raja memiliki 4 orang istri.

Sang raja sangat mencintai istri yg ke 4, cinta yang tergila-gila. Bahkan dia terus berupaya mendapatkan redhanya.

Adapun istri yg ketiga, juga sangat dicintainya. Tapi dia merasa sang istri ini berpotensi meninggalkannya dan menikah dengan lelaki lain.

Adapun istri yg kedua, adalah tumpuannya srlama ini dalam susah dan duka. Dialah yg selalu memperhatikan suaminya dan berada disampingnya dikala sempit.

Adapun istri pertama, sering diabaikannya, tdk dirawatnya dan tdk ditunaikan hak2nya. Padahal dialah istri yang paling mencintainya, dan berperan maksimal dlm menjaga kerajaannya.

Suatu hari sang raja jatuh sakit dan merasa ajalnya sudah dekat. Dia merenung dan berkata kpd dirinya: Aku punya 4 istri. Aku tdk mau sendirian masuk kedalam kubur.

Maka dia tanya istri yg ke 4: Engkaulah istri yg paling aku cintai dari semua istri2ku. Dan aku penuhi semua keinginan dan permintaanmu. Sekarang, maukah kamu menemani aku di kubur dan menghiburku?
Istri ke 4 menjawab: Mustahil aku lakuan itu.
Ia pun berlalu meninggalkan suaminya dan tdk peduli.

Dipanggilnyalah istri ke 3: "Aku mencintaimu sepenuh hidupku. Maukah kamu menemaniku di kuburku?"
Istri ke 3 menjawab: "O pastilah aku gak mau. Kehidupan sepeninggalmu terlalu indah. Aku akan kawin dengan lelaki lain...."

Lalu dia panggil istri ke 2: Aku dulu srlalu bersandar kepadamu dikala susah. Dan engkau selalu berkorban utkku. Maukah kamu menemaniku di kuburku?
Istri ke 2 menjawab: "Maafkan daku, aku gak bisa menemanimu. Tapi akau akan antarkanmu sampai ke liang kuburmu.."

Raja sangat sedih sekali, karena semua istrinya telah durhaka kpdnya...

Tiba-tiba ada suara dari kejauhan, berkata:
"Aku akan menemanimu di kuburmu... aku kan selalu bersamamu kemanapun kau pergi...!"

Sang raja menengok ke arah suara, rupanya istrinya yang pertama, kondisinya sangat kurus, lemah dan sakit, karena telah disia-siakannya. Maka sang raja pun menyesal atas buruknya perhatiannya kpd sang istri pertama.

Suami berkata: "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu ketimbang yang lain. Klu waktu bisa kembali, niscaya engkaulah yg paling aku perhatikan dari seluruh istriku.

Sebenarnya wahai saudara tercinta, semua kita punya 4 istri.

Yg ke 4 itu adalah jasad kita. Betapapun kita memperhatikannya, memperturutkan syahawatnya, ia akan segera meninggalkan kita begitu mati.

Yg ke 3 adalah harta dan aset kita. Ketika kita mati ia akan pergi berpindah tangan ke pada pemilik yg lain.

Yg ke 2 adalah keluarga dan teman2, betapapun pengorbanannya kepada kita selama hidup, maka saat mati takkan lebih pengorbanannya dari mengantarkan ke kuburan.

Yang pertama adalah amal shaleh. Kita terlanjur sibuk dan lalai dari memberinya makan dan perhatian, demi memenuhi syahawat, harta, dan teman2 kita. Padahal amalan kitalah satu2nya yang akan bersama kita dalam kubur.

Kira-kira, seandainya amalanmu hari ini tampil dihadapanmu dalam bentuk manusia, bagaimanakah kira2 bentuknya? Kurus, lemah dan terlantar? Ataukah kuat, atletis dan terurus?

Allahul Musta'an...

Hikmah dan Faidah Kisah di dalam Al-Qur'an



Kisah-kisah yang terdapat di dalam Al-Qur'an adalah kisah yang paling benar, karena memang sesuai dengan apa yang terjadi dalam kenyataan, Allah berfirman:

 وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا ﴿٨٧﴾

"Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah..?" ( QS. An Nisa: 87 )

Demikian pula kisah yang terdapat dalam Al-Qur'an adalah kisah yang paling baik (lihat QS. Yusuf: 3) dan paling bermanfaat (lihat QS. Yusuf: 111).

Dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menyebutkan di dalam kitabnya 'Ushuln Fi At-Tafsiir' beberapa hikmah dari kisah-kisah yang terdapat di dalam Al-Qur'an,  diantaranya adalah:

1⃣ Penjelasan akan hikmah Allah ta'ala dari apa-apa yang terkandung di dalam kisah-kisah tersebut. (lihat surat Al-Qamar: 4-5)

2⃣ Penjelasan tentang keadilan Allah ta'ala dengan hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan kebenaran. (lihat surat Huud: 101)

3⃣ Penjelasan tentang keutamaan dan karunia Allah ta'ala dengan memberikan pahala kebaikan kepada orang-orang yang beriman. (lihat surat Al-Qamar: 34-35)

4⃣ Hiburan bagi Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan ditimpakannya adzab dan hukuman kepada orang-orang yang mendustakannya. (lihat surat Fathir: 25-26)

5⃣ Motivasi dan dorongan bagi kaum mukminin agar memperkokoh dan menambah imannya dan teguh diatasnya, ketika mereka mengetahui orang-orang yang beriman sebelum mereka yang mendapatkan kemenangan, serta pertolongan dari Allah ta'ala kepada mereka yang diperintahkan untuk berjihad di jalan Allah. (lihat surat Al-Anbiya': 88, dan Ar-Ruum: 47)

6⃣ Peringatan bagi orang-orang kafir agar mereka tidak terus menerus dalam kekufuran mereka. (lihat surat Muhammad: 10)

7⃣ Penetapan akan kebenaran risalah kenabian Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau adalah Nabi dan RasulNya yang diutus, dan juga berita-berita tentang ummat-ummat terdahulu yang tidak seorang mengetahuinya kecuali Allah azza wajalla. (lihat surat Ibrahim: 9)

Demikian wabillahi at-Taufiiq.

✒ Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Hafalkanlah

Oleh : Ust. Badrusalam LC

Dari Abu Kabsyah Al Anmaari radliyallahu 'anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, aku akan sampaikan, maka hafalkanlah !

🍄Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.

🍄Tidaklah seorang hamba di zalimi, lalu ia bersabar kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan untuknya.

🍄Tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta, kecuali Allah akan membukakan untuknya pintu kefaqiran.

Aku akan menyampaikan sebuah hadits, hafalkanlah ! Dunia itu untuk empat orang:

➡Seorang hamba yang diberikan oleh Allah rizki berupa harta dan ilmu, dengannya ia bertaqwa kepada Allah, menyambung silaturahmi dan melaksanakan hak Allah. Ini adalah kedudukan yang paling utama.

➡dan hamba diberikan oleh Allah ilmu dan tidak diberikan harta, namun niatnya benar, ia berkata: jika aku mempunyai harta, aku akan berinfaq seperti si fulan, maka dengan niatnya ia mendapat pahala yang sama dengannya.

➡dan hamba yang diberikan harta dan tidak diberikan ilmu, ia habiskan hartanya dengan tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Rabbnya, tidak menyambung silaturahmi dan tidak melaksanakan hak Allah, maka ini kedudukan yang paling buruk.

➡dan hamba yang tidak diberikan harta tidak juga ilmu, dan ia berkata: jika aku mempunyai harta aku akan beramal (buruk) seperti si fulan, maka dengan niatnya tsb ia mendapat dosa yang sama dengannya.

(HR Ahmad dan at Tirmidzi dan ia berkata: hasan shahih. Dan dishahihkan oleh syaikh al Bani dalam shahih targhib no 16).

Ancaman Bagi Orang yang Menyelisihi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan tidak Mengikuti Petunjuknya

Kewajiban bagi seorang yang beriman ketika mendengar kebenaran yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, ataupun penjelasan para ulama kaum muslimin tentang kebenaran berdasarkan dalil-dalilnya yang shahih adalah (sami'na wa atha'na) kami mendengar dan kami taat, maka jika ia menyelisihi kebenaran tersebut dan tidak mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka sungguh ancamannya sangat berat, yaitu:
🔴 Ia akan dibiarkan dalam kesesatan yang dia lakukan terus menerus
🔴 Dan akan di masukkan kedalam neraka Jahannam, yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali... wal iyadzubillah..

Sebagaimana firman Allah ta'ala:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

"Dan siapa yang menentang Rasul (Muhammad shallallahu alaihi wasallam) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan kami masukkan dia ke dalam neraka Jahannam, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali". (QS.  An-Nisaa: 115)

Maka berhati-hatilah terhaadap amalan yang seolah-olah baik (menurut pandangan sebagian manusia) akan tetapi sebenarnya menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Dikabarkan seorang ulama besar dikalangan Tabi’in bernama Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah bahwa:

Dia melihat seorang laki-laki menunaikan shalat setelah fajar lebih dari dua raka’at, ia memanjangkan rukuk dan sujudnya. Akhirnya Sa’id bin Musayyib pun melarangnya. Orang itu berkata, “Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan menyiksaku dengan sebab shalat ?” Beliau menjawab, “Tidak, akan tetapi Allah akan menyiksamu karena menyelisihi As-Sunnah (petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Sunanul Kubra, II/466)

Demikian, mudah-mudahan Allah ta'ala senantiasa memberikan petunjuk dan taufiqNya kepada kita untuk mendengar kebenaran kemudian mengikuti dan mengamalkannya...

✒ Andri Abdul Halim, Lc حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Hukum Meninggalkan Shalat dengan Sengaja

▶ Syaikh  Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya:

Kakak saya tidak melaksanakan shalat, apakah saya boleh berhubungan dengannya atau tidak...? Perlu diketahui bahwa ia hanyalah kakak saya seayah....

➡ Beliau rahimahullah menjawab:

Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja hukumnya kafir, ini berarti ia telah melakukan kekufuran yang besar menurut pendapat yang paling benar di antara dua pendapat ulama, yang demikian ini jika orang tersebut mengakui kewajiban tersebut. Jika ia tidak mengakui kewajiban tersebut, maka ia kafir menurut seluruh ahlul ilmi, demikian berdasarkan beberapa sabda Nabi صلی الله عليه وسلم:

"Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad." (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/231), at-Tirmidzi, kitab al-Imam (2616), Ibnu Majah, kitab al-Fitan (3973) dengan isnad shahih).

"Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab al-Iman (82).

"Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir." (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346) dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad shahih, at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2621), An-Nasa'i, kitab ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalah (1079)).

Karena orang yang mengingkari kewajiban shalat berarti ia mendustakan Allah dan RasulNya serta ijma' ahlul ilmi wal iman, maka kekufurannya lebih besar daripada yang meninggalkannya karena meremehkan.

Untuk kedua kondisi tersebut, wajib atas para penguasa kaum Muslimin untuk menyuruh bertaubat kepada orang yang meninggalkan shalat, jika enggan maka harus dibunuh, hal ini berdasarkan dalil-dalil yang menunjukkan hal ini.

Selain itu, selama masa diperintahkan untuk bertaubat, harus mengasingkan orang yang meninggalkan shalat dan tidak berhubungan dengannya serta tidak memenuhi undangannya sampai ia bertaubat kepada Allah dari perbuatannya, namun di samping itu harus tetap menasehatinya dan mengajaknya kepada kebenaran serta memperingatkannya terhadap akibat-akibat buruk karena meninggalkan shalat baik dia dunia maupun diakhirat kelak, dengan demikian diharapkan ia mau bertaubat sehingga Allah menerima taubatnya.

Demikian, wabillahi at-taufiiq.

📚 Rujukan:
Kitab ad-Da'wah, halman 93. Ibnu Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, hal 185-186, penerbit Darul Haq.

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Buah dan Faidah dari Shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Sesungguhnya mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam adalah merupakan bagian dari perintah Allah ta'ala kepada orang-orang yang beriman, sebagaimana firmanNya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56)

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah dengan penuh penghormatan.”(QS. Al-Ahzab: 56)

Dan ketahuilah bahwa ucapan shalawat seorang hamba atas Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam memiliki banyak faidah dan buahnya yang manfaatnya akan kembali kepada orang yang mengucapkannya, dalam hal ini Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan di dalam kitabnya "Jalaa'ul Afhaam fi Fadhli ash-Shalah was-Salam 'ala Khairil Anam" secara garis besar tentang buah dan faidah dari mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, di antaranya adalah:

1. Mengucapkan shalawat adalah termasuk bentuk ketaatan dan pelaksanaan dari perintah Allah Azza wajalla.

2. Merupakan sebab akan diperolehnya shalawat (do’a) Allah dan Malaikat kepada kita. (Satu shalawat akan dikembalikan kepadanya 10 shalawat)

3. Merupakan sebab untuk mendapatkan kebaikan, dinaikkan derajat dan penghapus dosa-dosa. (Satu shalawat yang diucapkan dia akan diangkat 10 derajat, dan dicatat 10 kebaikan baginya, serta akan dihapus darinya 10 kesalahan).

4. Diharapkan akan dikabulkannya do’anya jika ia memulai doanya tersebut dengan shalawat.

5. Mendapat Syafa’at beliau shallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat.

6. Merupakan sebab untuk mendapatkan kedekatan dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hari kiamat.

7. Sebab diampuninya dosa dan pengusir kegundahan.

8. Shalawat dapat menempati kedudukan shadaqah jika ia dalam keadaan sempit dan miskin.

9. Sebab untuk mendapatkan majelis yang baik (berkah).

10. Menghindarkan sifat bakhil pada diri orang yang bershalawat.

11. Sebab untuk melanggengkan dan meningkatkan cinta kita kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.

12. Terkandung di dalamnya bentuk syukur, dan pengakuan terhadap nikmat Allah.

13. Merupakan sebab untuk mendapatkan keberkahan bagi jiwa, umur dan amalannya serta sebab kebaikannya.

14. Shalawat dapat menyebabkan kelanggengan dan bertambahnya dan berlipat-lipatnya cinta seseorang kepada Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam, dan juga diperolehnya kecintaan beliau bagi hamba tersebut.

15. Dan shalawat atas Nabi juga dapat menyebabkan diberikannya hidayah oleh Allah ta'ala dan hidupnya hati seorang hamba. (Jalaa'ul Afhaam hal. 359-366, versi pdf)

Demikian, wabillahi at-taufiiq.

✒ Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

Tidak melakukan Shalat Gerhana kecuali bila gerhananya TERLIHAT


Sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam di atas, ”Apabila kalian MELIHAT (gerhana) matahari atau bulan, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah.”

▶ Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam mengaitkan pelaksanaan shalat gerhana dengan ”melihat (ru’yah)”.
📚 Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, ”… karena pelaksanaan shalat (gerhana) dikaitkan dengan ru’yah.” (Lihat Fathul Bari hadits no. 1041).

💥💢 Artinya, apabila telah diperkirakan dengan hisab astronomis terjadi gerhana namun terhalangi oleh langit yang mendung, maka TIDAK DILAKUKAN SHALAT GERHANA.

🌗↗  Atau gerhana terjadi di wilayah lain/ belahan bumi lainnya, sehingga tidak terlihat. Misalnya gerhana terjadi di Eropa, tidak terjadi di Indonesia, maka orang Indonesia tidak disyariatkan untuk melaksanakan shalat gerhana.

▪Atau terjadinya gerhana matahari setelah tenggelamnya matahari,

▪ atau gerhana bulan setelah terbitnya matahari sehingga tidak bisa teramati, maka tidak ada shalat gerhana pula.

sumber : buletin "al-Ilmu edisi 21/V/IX/1434

🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya

Antara Ilmu dan Harta

Diantara mutiara nasihat salaf...

'Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata:

"Ilmu adalah lebih baik dari pada harta, karena harta, engkaulah yang menjaganya, sedangkan ilmu dialah yang menjagamu..

Harta akan habis dengan dinafkahkan atau dibelanjakan, adapun ilmu maka ia akan semakin bertambah dengan diamalkan atau disampaikan...

Ilmu adalah yang menjadi hakim, sedang harta adalah yang diberlakukan hukum atasnya..

Para penjaga dan pemilik harta telah mati padahal mereka dalam keadaan hidup...

Sedang para pemilik ilmu (baca: Ulama) akan tetap hidup selama dunia masih ada...

Jasad mereka satu persatu telah tiada akan tetapi atsar dan peninggalan mereka masih tetap ada di dalam hati..."

(Jami' Bayanil 'Ilm wa Fadhlih, 1/68)

Demikian wabillahi at-Taufiiq
✒ Diterjemahkan oleh: Andri Abdul Halim, Lc حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

SEBAIK-BAIK WANITA ADALAH ENGKAU


Untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan keharmonisan rumah tangga agar cinta selalu bersemi  sepanjang masa walaupun ditelan waktu dan usia, selayaknya seorang suami jangan pelit untuk mengungkapkan perasaan  cinta dengan tutur kata yang  romantis kepada istrinya, karena kata-kata yang baik itu adalah shodaqoh...

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كل سلامى عليه من الناس صدقة، كل يوم تطلع فيه الشمس صدقة، وتعين الرجل في دابته فتحمل عليها او ترفع له عليها متاعه صدقة، والكلمة الطيبة صدقة، و بكل خطوة تمشيها الى  الصلاة صدقة...

Setiap persendian yang ada di tubuh manusia ada kewajiban shodaqoh, setiap kali matahari terbit, ketika engkau mendamaikan dua orang yang bertikai adalah shodaqoh, engkau membantu seseorang untuk menaiki kendaraannya atau membawa barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata baik adalah shodaqoh, dan setiap langkah yg engkau langkahkan untuk sholat adalah shodaqoh..

Mari kita perhatikan kata-kata romantis seorang sahabat mulia Thalhah bin Ubadillah kepada istrinya yang membuat  hati istrinya tersanjung dan tambah bersemi cintanya kepada sang suami tercinta ...

Diceritakan bahwa  suatu ketika Tholhah bin Ubadillah memasuki rumah dalam keadaan murung dan galau,  istrinya yang bernama Su'da tidak mengetahui apa penyebabnya, Su'da adalah seorang wanita yang peka perasaanya, dia mendatangi suaminya yang sedang galau dan bertanya kepadanya:

"Ada apa gerangan suamiku? Apa yang membuatmu murung dan galau? Apakah karena kelalaianku dalam menunaikan kewajibanku kepadamu? Jika memang itu penyebabnya, aku bertaubat dan aku akan memperbaiki kelalaianku ..."

Tholhah menjawab : "Aku galau bukan karena sebabmu wahai istriku, SEBAIK-BAIK WANITA ADALAH ENGKAU ...
Akan tetapi yang menyebabkan aku murung dan galau adalah: aku mempunyai banyak uang, dan aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat dengan uang ini?

Su'da seorang wanita yang zuhud (cinta akhirat), tatkala mengetahui jawaban suaminya bahwa penyebab galaunya suami bukan dirinya, akan tetapi uang yang ada pada suaminya, maka Ia menyarankan kepada suaminya agar uang tersebut  dibagikan kepada kaumnya

ادع قومك واقسم بهم

Panggilah kaummu dan bagikan kepada mereka

Lalu Tholhahpun segera memanggail kaumnya dan membagikan uang tsb.

Semoga bermanfa'at
÷%÷%÷%÷%÷%÷

Nuruddin Abu Faynan
Makkah 16/06/1436 H.

PENJELASAN TENTANG APA YANG TERJADI DI YAMAN

✏ Oleh: Ustadz Agus Hasan Bashori, Lc.,M.Ag
(Penulis Buku-Buku Ahlussunnah dan Pemerhati Syiah)

Amma ba’du:

Sebagai muslim Indonesia yang peduli dengan agama, masyarakat, dan negara, juga sebagai da’i dan penulis yang menggeluti tentang aliran Syiah, maka kami merasa terpanggil untuk memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi di Yaman kepada kaum muslimin Indonesia. Hal ini kami lakukan mengingat:

Yaman memiliki kedudukan di hati Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam, hingga beliau berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا

“Ya Allah berkahilah untuk kami dalam Yaman kami.” (HR. Bukhari dari ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma).

Dan Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam pun memuji penduduk Yaman dengan sabdanya:

أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَلْيَنُ قُلُوبًا وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً الْإِيمَانُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

“Telah datang kepada kalian penduduk Yaman, mereka orang yang jiwanya paling halus dan hatinya paling lembut. Iman itu Yamani dan hikmah itu Yamaniyyah.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah al-Yamani).

.................

Di dalam penjelasan ini kami akan menerangkan 3 masalah besar:

1⃣ Mengapa terjadi perang di Yaman..?

2⃣ Siapa sesungguhnya pemberontak al-Khoutsi itu? dan apa ideologi serta kejahatan mereka..

3⃣ dan bagaimana kita harus bersikap...?

Untuk selengkapnya tentang penjelasan hal-hal tersebut silahkan buka link berikut: http://goo.gl/aOL4sy

Silahkan sebarkan, agar kaum muslimin tahu apa yang terjadi di negeri Yaman... baarakallahu fikum

Kisah Hasan Al Bashri -rahimahullah- Tentang Faedah Istighfar

Imam Al Qurthubi -rahimahullah- berkata:

وقال ابن صبيح:
شكا رجل إلى الحسن الجدوبة، فقال له: استغفر الله.
وشكا آخر إليه الفقر، فقال له: استغفر الله.
وقال له آخر.
ادع الله أن يرزقني ولدا، فقال له: استغفر الله.
وشكا إليه آخر جفاف بستانه، فقال له: استغفر الله.
فقلنا له في ذلك؟
فقال: ما قلت من عندي شيئا، إن الله تعالى يقول في سورة" نوح": (استغفروا ربكم إنه كان غفارا. يرسل السماء عليكم مدرارا).

Ibnu Shubaih mengisahkan:

Seseorang datang mengadu kepada Hasan Al Bashri mengenai kemarau, lalu beliau menasehati orang itu agar beristighfar memohon ampun kepada Allah.

Lalu datang yang lain mengadu kepada beliau tentang kefakirannya, beliau pun menasehati orang itu agar beristighfar.

Datang yang lain memohon kepada beliau agar didoakan supaya Allah memberinya karunia anak. Beliau pun menasehatinya agar beristhighfar kepada Allah.

Terakhir datang orang mengadu kepada beliau mengenai kebunnya yang kering. Beliau pun menasehatinya agar beristhighfar kepada Allah.

Orang-orang itu pun bertanya kepada Hasan Al Bashri perihal nasehatnya, beliau menjawab: "saya tidak mengatakan apapun dari diri saya. Sesungguhnya Allah berfirman dalam surat Nuh:

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً. يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً

"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat." (Qs. Nuh: 10-11)

[Tafsir Al Qurthubi, 18/302, Cet. Dar Al Kutub Al Mishriyyah]

------

Mari kita perbanyak istighfar, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memudahkan semua urusan kita. Amiin.

"Keajaiban ISTIGHFAR..."


Syaikh Mohammad bin Mohammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan :

Tidaklah hati seorang hamba selalu beristighfar melainkan akan disucikan.
Bila ia lemah,maka akan dikuatkan
Bila ia sakit,maka akan disembuhkan
Bila ia diuji,maka akan diangkat ujian itu darinya.
Bila ia kalut,maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau,maka akan diberi ketenangan.

Sepeninggal Rosululloh saw,Istighfar merupakan satu-satunya benteng aman yang tersisa untuk kita ( dari adzab ALLOH SWT )

”Dan ALLOH sekali-kali tidak akan Mengazab mereka,sedang kamu berada di antara mereka.Dan tidaklah (pula) ALLOH akan Mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

Ibnu katsir rohimahulloh berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini,yaitu memperbanyak istigfar,maka ALLOH Akan Mempermudah rezeqinya,Memudahkan urusannya dan Menjaga kekuatan jiwa dan raganya.

Ibnul Qayyim rohimahulloh mengatakan : "Bila kau ingin berdo'a,sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan,maka jadikan seluruh isi do'amu istighfar,agar ALLOH SWT Mema'afkanmu.Karena bila DIA Mema'afkanmu,maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-NYA tanpa kau memintanya.

Ya ALLOH...Sesungguhnya Engkau Maha Pema'af, Mencintai kema'afan,maka Ampunilah kami...

HAL-HAL YANG MENJADI RUJUKAN AQIDAH BAGI SEORANG MUSLIM

Majelis Ketiga KAKITA (Kajian Kitab Tauhid)

Download Audio

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا، من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرىك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد,

Aqidah adalah merupakan perkara yang ghoib terutama berkaitan dengan diri Allah ta'ala, apakah sifat Dzatiyah-Nya atau sifat Fi'liyah-Nya. Demikian pula yang menjadi hak-hak Allah ta'ala. Karena itu kita hanya merujuk pada 2 hal, yaitu al-Qur'an dan as-Sunnah.

Syaikh Sholeh al-Fauzan hafizhohullahu ta'ala- berkata :
"Aqidah adalah tauqifiyyah artinya tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar'i. Maksudnya adalah al-Qur'an dan hadist Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya sebatas pada apa yang ada di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah."

Karena itulah para shohabat, mereka menjadi kokoh persatuannya, mereka berada di atas manhaj yang benar, terutama berkaitan dengan masalah aqidah ini. Mereka hanya merujuk kepada al-Qur'an dan as-Sunnah sehingga persatuan mereka terlihat kokoh, bersatu di atas kebenaran. Dan itulah yang diperintah oleh Allah subhaanahu wata'ala, dimana kaum muslimin harus berada di atas jalan yang sama, di atas jalan kebenaran, terutama masalah yang pokok ini, yaitu masalah aqidah.

Sebagaimana Allah ta'ala berfirman dalam al-Qur'an surat Ali Imron ayat 103 yang artinya :

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai berai."

Dan di dalam surat Thoha ayat 123, Allah berfirman yang artinya :

"Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka."

Bila kita perhatikan, ayat ini memberikan jaminan yang tegas bahwa siapa yang mengikuti petunjuk al-Qur'an, termasuk di dalam menetapkan satu keyakinan pada diri kita dimana kita hanya merujuk pada al-Qur'an dan hadist-hadist Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam saja. Apabila ada satu keyakinan memang terdapat dalam al-Qur'an seperti Allah ta'ala memiliki sifat mendengar, maka kita wajib menetapkan bahwa Allah memiliki sifat mendengar. Ini hanya sekedar contoh.

Demikian pula ketika Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda,

ان الله طيب لا يقبل الا طيبا

"Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali dari yang baik".

Ini adalah sebuah keyakinan yang diterangkan oleh Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bahwa Allah itu Maha Baik dan tidak akan menerima kecuali yang baik. Seperti seseorang jika bersedekah, maka tidak akan berbuah pahala apabila sedekahnya itu bersumber dari barang yang haram. Seperti ia bersedekah dari hasil mencuri, atau zatnya yang haram misalnya ia bersedekah daging babi, maka ini tidak akan diterima Allah ta'ala berdasarkan apa yang dikhabarkan oleh Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam kepada kita.

Apabila satu keyakinan tidak berada di dalam Al-Qur'an dan tidak pula kita dapatkan di dalam hadist yang shohih dari Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, maka tidak boleh kita mengambilnya. Bila kita sudah terlanjur meyakini keyakinan itu, maka wajib kita menanggalkan keyakinan tersebut.

Mengapa?

Sudah jelas bahwa hal itu tidak kita dapatkan dalam al-Qur'an dan tidak pula di dalam hadist-hadist shohih dari Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam.

Kita lihat bagaimana para shohabat di zaman dahulu, mereka ketika menerima Islam sebagai agama mereka, maka mulai saat itu mereka hanya memegang keyakinan dari al-Qur'an dan hadist saja. Begitu banyak keyakinan-keyakinan yang  tadinya mereka pegang walaupun sudah mengakar dalam tubuhnya sampai mendarah daging, menghunjam kuat di dalam hatinya, tapi karena mereka sudah menyatakan Islam sebagai agama, maka keyakinan-keyakinan yang ada pada diri mereka yang ternyata tidak ada di dalam al-Qur'an maupun hadist Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam saat itu juga mereka buang sejauh-jauhnya. Itulah sikap seorang mukmin yang sejati. Itulah yang harus dilakukan oleh orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Oleh karena itu, supaya kita menjadi seorang muslim yang baik, supaya keimanan kita diterima oleh Allah ta'ala, hendaknya kita mengikuti jejak para shohabat karena merekalah hamba-hamba Allah yang dipandang benar di dalam beragama, sebagaimana Allah ta'ala berfirman :

فان امنوا بمثل ما امنتم به فقد اهتدوا

"Maka apabila mereka itu beriman seperti imannya kalian, maka mereka mendapatkan petunjuk dari Allah ta'ala."

Yang dimaksud 'kalian' dalam ayat ini adalah para shohabat rodhiyallahu 'anhum ajma'in. Jadi kita harus mengikuti cara para shohabat di dalam beraqidah, di dalam memegang keyakinan. Intinya adalah bahwa setiap keyakinan yang ada pada diri kita, maka harus merujuk kepada al-Qur'an dan merujuk kepada hadist-hadist yang shohih dari Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Setiap keyakinan yang ternyata bertentangan dengan apa yang ada di dalam al-Qur'an dan bertentangan dengan apa yang ada di dalam hadist Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam, maka wajib kita jauhi sejauh-jauhnya.

MAKNA 'AQIDAH

Majelis Kedua KAKITA (Kajian Kitab Tauhid)

Download Audio

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi


السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا، من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرىك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد.....

Majelis kedua ini kita akan langsung membahas Kitab Tauhid yang ditulis oleh asy-Syaikh DR. Sholeh al-Fauzan. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah dicetak ulang berkali-kali. Ini menunjukkan bahwa kitab ini sangat layak untuk dipelajari terutama bagi siapa saja yang baru menyadari pentingnya pelajaran ilmu aqidah atau ilmu tauhid.

Ikhwani fid-diin rohimakumullah,
Muallif -hafizhohullah- mengawali pembahasannya dengan menerangkan tentang al-'aqidah dari sisi lughoh / etimologi, dimana aqidah berasal dari kata "al-'aqd " yang berarti pengikat, "Saya beri'tikad begini". Maksudnya saya mengikat hati terhadap hal tersebut.

Dan secara syara'/istilah syari'at, aqidah yaitu beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, beriman pada hari kiamat, dan beriman pada takdir Allah yang baik maupun yang buruk, dimana semua ini disebut dengan rukun iman sebagaimana yang telah kita ketahui.

Beliau juga menyebutkan bahwa syariat terbagi secara global menjadi 2, yaitu i'tiqodiyah dan amaliyah. I'tiqodiyah adalah hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Seperti kepercayaan kepada Rububiyyah Allah ta'ala dan kewajiban beribadah kepada-Nya. Juga beri'tiqod terhadap rukun-rukun iman yang lainnya. Hal ini disebut dengan ashliyyah, yaitu pokok agama.
Sementara al-amaliyah yaitu segala apa yang berhubungan dengan tata cara amal seperti sholat, zakat, puasa, dan seluruh hukum-hukum amaliyah. Bagian ini disebut dengan far'iyyah atau cabang agama karena ia dibangun di atas i'tiqodiyyah.

Benar dan rusaknya suatu amalan bergantung dengan benar dan rusaknya i'tiqod tersebut. Oleh karena itu, maka seseorang harus memperhatikan aqidah pada dirinya karena hal ini akan memberi pengaruh besar terhadap amalan-amalan yang dilakukan. Seperti ibadah sholat, seandainya ia melakukan kesyirikan, misalnya seseorang mati melakukan syirik besar, maka sebagaimana firman Allah, "Dan apabila engkau berbuat syirik, maka gugurlah seluruh pahala amalan kamu dan kamu di akhirat termasuk orang-orang yang merugi".

Juga firman Allah dalam al-Qur'an surat al-Kahfi ayat 110 yang artinya,  "Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Robbnya".
Allah ta'ala melarang keras seseorang ketika beribadah kepada Allah, namun ia masih suka melakukan kesyirikan-kesyirikan.

Pada ayat sebelumnya, surat az-Zumar ayat 65 :

لان اشركت ليحبطن عملك ولتكونن من المشركين..
(QS. az-Zumar: 65)

Syirik menyebabkan gugurnya amalan seseorang. Tentunya hal ini ada penjelasannya berkaitan dengan masalah syirik, bagaimana tentang syirik besar, bagaimana tentang syirik kecil. Oleh karena itu, mudah-mudahan kita tetap bisa mengikuti kajian ini sehingga kita bisa memahami kitab ini dengan baik, in sya Allah.

Kita memohon kepada Allah supaya kita diberi ketegaran dan istiqomah dalam mempelajari ajaran yang dibawa Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam, khususnya yang menyangkut masalah aqidah ini.

PENTINGNYA ILMU 'AQIDAH ATAU ILMU TAUHID

📝 Majelis Pertama KAKITA (Kajian Kitab Tauhid)

Download Audio

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

Ilmu aqidah merupakan kewajiban atas setiap pribadi laki-laki maupun wanita dan harus menjadikannya sebagai prioritas utama atas segala bidang ilmu dengan beberapa alasan sebagai berikut :

✏ 1. Hikmah terbesar Allah ta'ala menciptakan kita adalah beribadah hanya kepada Allah ta'ala sebagai hak terbesar pula bagi Allah ta'ala.
Sebagaimana firman Allah ta' ala dalam QS. Adz-dzariyat ayat 56 yang artinya,
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku."

✏ 2. Dakwah utama tiap Rosul yang Allah utus untuk manusia adalah untuk menegakkan tauhidullah. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman dalam al-Quran surat an-Nahl ayat 36 yang artinya,
"Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap ummat seorang Rosul dimana ia menyeru beribadahlah kalian pada Allah dan jauhilah sesembahan:-sesembahan selain Allah."
Bisa juga kita melihat dalam surat al-A'rof ayat 59,65,73, dan 85, yaitu perkataan Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Sholih, Nabi Syu'aib, dan yang lainnya - sholawat dan salam semoga Allah limpahkan untuk mereka semua- yang artinya,
"Wahai kaumku, beribadahlah kalian kepada Allah yang kalian tidak memiliki Ilah yang berhak untuk diibadahi selain daripada Dia."

✏ 3. Dakwah Rosulullah shollallahu alaihi wasallam di Mekah kurang lebih 13 tahun, dimana beliau hanya fokus pada masalah aqidah atau menyeru manusia untuk mentauhidkan Allah ta'ala sebelum perkara-perkara lainnya.

✏ 4. Wasiat Rosulullah shollallahu alaihi wasallam kepada para shohabat yang akan diutus untuk berdakwah pada suatu negeri. Contohnya adalah ketika beliau mengutus shohabat Muadz rodhiyallahu 'anhu, maka beliau bersabda,
"Jadikan sesuatu yang pertama kali kamu seru kepadanya yaitu persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak  diibadahi kecuali Allah."
Dalam riwayat lain, "Sampai mereka mentauhidkan Allah."

✏ 5. Praktik Salafus Sholih dari kalangan para shohabat dan juga para ulama yang mengikuti mereka, dimana dalam majelis-majelis ilmu, mereka memfokuskan ilmu tentang aqidah.

✏ 6. Seorang ulama berkata bahwa manfaat tauhid ada 2 bentuk ;
Pertama : Bila seorang muslim mati tanpa membawa dosa besar, maka tauhidnyalah yang menghantarkannya masuk surga
Kedua : Bila seorang muslim mati dengan membawa dosa besar, maka tauhidnyalah yang menyelamatkannya dari api neraka bila ia harus disiksa dalam neraka karena dosa-dosanya.

✏ 7. Apabila seseorang tidak belajar aqidah atau ia mengabaikan tentang masalah ilmu aqidah ini, maka ia akan terjerumus kepada perkara-perkara - baik perkataan maupun perbuatan- yang bisa merusak kemurnian aqidah tanpa ia sadari.
Ada seorang bijak berkata, "Aku mengenal kejelekan bukanlah untuk melakukan kejelekan akan tetapi untuk membentengi diri dari kejelekan tersebut dan barangsiapa yang tidak bisa membedakan kebaikan dengan keburukan, maka ia akan terjebak atau terpeleset pada keburukan tersebut."