Sunday, April 26, 2015

TIGA MACAM TAUHIDULLAH


( Bagian 3 )

oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi

السلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.
 الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  انفسنا ومن سيات اعمالنا،
من يهد الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.
 اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرىك له، واشهد ان محمدا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، اما بعد.....

Kita akan mengkaji apa yang dikatakan oleh Syaikh Sholeh al-Fauzan - hafizhohullah, di mana beliau memberikan contoh tentang macam- macam kesesatan manusia dalam mencari tuhan- tuhan selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kemudian beliau pun menukil bagaimana Allah membuat sanggahan terhadap kesesatan- kesesatan mereka itu.

1⃣ Orang- orang yang menyembah berhala yang mereka namakan sesuai dengan kehendak mereka, yaitu Lata, 'Uzza, Manaat, dan lain- lain.

Hal ini diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Al-Qur'an Surat An- Najm ayat 19 dan 20 tentang perbuatan orang- orang jahiliyah tersebut yang membuat berhala kemudian menamakannya dg sesuka hati ( hawa nafsu ) mereka.

"Maka apakah patut bagi kamu - wahai orang-orang musyrik - mengangkat Lata dan 'Uzza dan Manat yang ketiga yang paling terkemudian sebagai anak perempuan Allah?"

Tentang ayat ini, seorang ulama bernama Al-Imam Al-Qurthubi berkata, "Sudahkah engkau perhatikan baik-baik tuhan- tuhan ini, apakah mereka bisa memberi manfaat atau mudhorot sehingga mereka itu dijadikan sekutu-sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala?"

Demikian pula kisah tentang kaum Nabi Ibrohim 'alaihis salam yang kemudian beliau mendebat, dengan tujuan supaya orang-orang yang tersesat tadi menggunakan akalnya secara cerdas bahwa apa yang mereka buat selama ini, yaitu menjadikan selain Allah sebagai sesembahan adalah menyelisihi akalnya sendiri atau akal sehatnya.

Hal ini juga diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surat Asy-Syuaro' ayat 69 - 74.

"Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrohim, ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Apakah yang kamu sembah ?' Mereka menjawab, 'Kami menyembah berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya'. Ibrohim berkata, ' Apakah berhala- berhala itu bisa mendengarkan doamu ketika kamu berdoa kepadanya atau apakah bisa mereka memberi manfaat kepada kamu atau memberi mudhorot?' Mereka menjawab, ' Bukan karena itu, sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian."

Jadi, di dalam ayat ini disebutkan bagaimana Nabi Ibrohim 'alaihis salam mengajak mereka menggunakan akalnya secara benar bahwa apa yang mereka sembah dari benda- benda mati itu tentu tidak bisa memberi manfaat, bagi dirinya saja tidak apalagi bagi orang lain. Akan tetapi begitulah kedunguan dan kejahilan mereka. Mereka menjadikan benda- benda mati sebagai Tuhan, sebagai yang diagungkan bahkan merasa takut apabila tidak menyembahnya.

Bila kita melihat di zaman kita ini ketika banyak orang- orang yang canggih cara berpikirnya, membahas masalah-masalah keduniaan, apakah itu alat- alat persenjataan, alat-alat transportasi, ataupun alat-alat komunikasi, maka rasanya kita pantas untuk mengacungkan jempol untuk mereka. Mereka itu benar-benar cerdas dalam hal ini. Akan tetapi, di saat yang sama, mereka terlihat dungu bahkan sangat bodoh karena mereka tidak menggunakan akalnya dalam mencari apa yang ia sembah.

Sama seperti orang-orang di masa Nabi Ibrohim 'alaihis salam dulu, di mana mereka menyembah selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Benda-benda mati yang mereka ukir, apakah terbuat dari kayu, semen, dan pasir. Setelah mereka bentuk, kemudian mereka menganggap, 'Inilah Tuhan kami, inilah yang harus kami sembah dan tidak boleh meninggalkan sesembahan kepadanya karena mereka akan murka kepada kami'.

Ini menunjukkan betapa dungunya mereka bila diarahkan pada masalah yang satu ini.

2⃣ Orang yang menyembah matahari, bulan, dan bintang.
Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala pun menyanggah hal ini di dalam Al-Qur'an surat Al-A'rof ayat 54.

Kemudian juga dalam Surat Fushshilat ayat 37 :

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Maka janganlah kalian sujud kepada matahari, dan jangan pula kalian sujud kepada bulan, tapi sujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu jika kamu hanya beribadah kepada-Nya."

3⃣ Orang-orang yang tersesat, di mana mereka menyembah malaikat, juga menyembah Nabi 'Isa alaihissalam atas dasar anggapan  bahwa Nabi 'Isa anak Allah (Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan -pen).

Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menyanggah semua anggapan mereka itu di dalam Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun ayat 91.

Dalam Surat Al-An'am ayat 101,  Allah berfirman :

" Allah sekali-kali tidak memiliki anak. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak memiliki istri?"

Juga pada surat yang seringkali kita baca dan kita dengar, yaitu Surat Al-Ikhlas,
"Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya."

Inilah beberapa contoh kesesatan manusia dan bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menyanggah semua kesesatan-kesesatan tersebut tujuannya agar kita benar-benar menggunakan akal yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita secara cerdas dan sehat. Dan tidak mengikuti langkah-langkah mereka yang tersesat dan cenderung mengikuti bisikan- bisikan syaithon. Na'udzubillahi min dzaalik.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم. والسلام عليكم  ورحمة الله وبركاته.


[ Transkrip telah dimuroja'ah oleh Ustadz Ubaidillah Masyhadi]

No comments:

Post a Comment