📝 Majelis Pertama KAKITA (Kajian Kitab Tauhid)
Download Audio
oleh : Ustadz Ubaidillah Masyhadi
Ilmu
aqidah merupakan kewajiban atas setiap pribadi laki-laki maupun wanita
dan harus menjadikannya sebagai prioritas utama atas segala bidang ilmu
dengan beberapa alasan sebagai berikut :
✏ 1. Hikmah
terbesar Allah ta'ala menciptakan kita adalah beribadah hanya kepada
Allah ta'ala sebagai hak terbesar pula bagi Allah ta'ala.
Sebagaimana firman Allah ta' ala dalam QS. Adz-dzariyat ayat 56 yang artinya,
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku."
✏
2. Dakwah utama tiap Rosul yang Allah utus untuk manusia adalah untuk
menegakkan tauhidullah. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman dalam
al-Quran surat an-Nahl ayat 36 yang artinya,
"Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap ummat seorang Rosul dimana ia menyeru beribadahlah kalian pada Allah dan jauhilah sesembahan:-sesembahan selain Allah."
Bisa juga kita melihat dalam surat al-A'rof ayat 59,65,73, dan 85, yaitu perkataan Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Sholih, Nabi Syu'aib, dan yang lainnya - sholawat dan salam semoga Allah limpahkan untuk mereka semua- yang artinya,
"Wahai kaumku, beribadahlah kalian kepada Allah yang kalian tidak memiliki Ilah yang berhak untuk diibadahi selain daripada Dia."
✏ 3. Dakwah Rosulullah shollallahu alaihi wasallam
di Mekah kurang lebih 13 tahun, dimana beliau hanya fokus pada masalah
aqidah atau menyeru manusia untuk mentauhidkan Allah ta'ala sebelum
perkara-perkara lainnya.
✏ 4. Wasiat Rosulullah
shollallahu alaihi wasallam kepada para shohabat yang akan diutus untuk
berdakwah pada suatu negeri. Contohnya adalah ketika beliau mengutus
shohabat Muadz rodhiyallahu 'anhu, maka beliau bersabda,
"Jadikan sesuatu yang pertama kali kamu seru kepadanya yaitu persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah."
Dalam riwayat lain, "Sampai mereka mentauhidkan Allah."
✏
5. Praktik Salafus Sholih dari kalangan para shohabat dan juga para
ulama yang mengikuti mereka, dimana dalam majelis-majelis ilmu, mereka
memfokuskan ilmu tentang aqidah.
✏ 6. Seorang ulama berkata bahwa manfaat tauhid ada 2 bentuk ;
Pertama : Bila seorang muslim mati tanpa membawa dosa besar, maka tauhidnyalah yang menghantarkannya masuk surga
Kedua : Bila seorang muslim mati dengan membawa dosa besar, maka tauhidnyalah yang menyelamatkannya dari api neraka bila ia harus disiksa dalam neraka karena dosa-dosanya.
✏ 7. Apabila seseorang tidak
belajar aqidah atau ia mengabaikan tentang masalah ilmu aqidah ini, maka
ia akan terjerumus kepada perkara-perkara - baik perkataan maupun
perbuatan- yang bisa merusak kemurnian aqidah tanpa ia sadari.
Ada seorang bijak berkata, "Aku mengenal kejelekan bukanlah untuk melakukan kejelekan akan tetapi untuk membentengi diri dari kejelekan tersebut dan barangsiapa yang tidak bisa membedakan kebaikan dengan keburukan, maka ia akan terjebak atau terpeleset pada keburukan tersebut."
Download Audio
Sebagaimana firman Allah ta' ala dalam QS. Adz-dzariyat ayat 56 yang artinya,
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku."
"Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap ummat seorang Rosul dimana ia menyeru beribadahlah kalian pada Allah dan jauhilah sesembahan:-sesembahan selain Allah."
Bisa juga kita melihat dalam surat al-A'rof ayat 59,65,73, dan 85, yaitu perkataan Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Sholih, Nabi Syu'aib, dan yang lainnya - sholawat dan salam semoga Allah limpahkan untuk mereka semua- yang artinya,
"Wahai kaumku, beribadahlah kalian kepada Allah yang kalian tidak memiliki Ilah yang berhak untuk diibadahi selain daripada Dia."
"Jadikan sesuatu yang pertama kali kamu seru kepadanya yaitu persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah."
Dalam riwayat lain, "Sampai mereka mentauhidkan Allah."
Pertama : Bila seorang muslim mati tanpa membawa dosa besar, maka tauhidnyalah yang menghantarkannya masuk surga
Kedua : Bila seorang muslim mati dengan membawa dosa besar, maka tauhidnyalah yang menyelamatkannya dari api neraka bila ia harus disiksa dalam neraka karena dosa-dosanya.
Ada seorang bijak berkata, "Aku mengenal kejelekan bukanlah untuk melakukan kejelekan akan tetapi untuk membentengi diri dari kejelekan tersebut dan barangsiapa yang tidak bisa membedakan kebaikan dengan keburukan, maka ia akan terjebak atau terpeleset pada keburukan tersebut."
No comments:
Post a Comment