✏Oleh: Ust. Muflih Safitra hafidzahullah
Dulu ana sering bergumam dalam hati, mengapa Syaikh Saad Asy-Syatsriy kalau menjawab SMS hanya "ูุนู /ุตุญูุญ/ูุง/ุชูุถู/ุณูู ู ุฑุจู ู ุฅูุงู" dan jawaban singkat lainnya.
Dulu juga ana pernah bertanya dalam benak sendiri mengapa sebagian asatidz kita tidak pernah membalas SMS/pesan FB. Kalaupun membalas, jawabannya hanya: Boleh, tidak boleh, tidak tahu, dan semacamnya.
Mungkin...
▶ Waktu mereka banyak tersita untuk belajar dan mengajar, siang dan malam.
▶ Mereka tidak ingin kita belajar instant dengan fatwa. Kita 'digiring' untuk mencari dalilnya, karena ilmu itu bukan kata mereka melainkan dalil di balik perkataan itu.
Semoga Allah merahmati mereka, memberkahi dan memanjangkan umur mereka dalam ketaatan.
Dinukil dari: FB Ust. Muflih Safitra
Demikian, wabillahi at-taufiiq
Dulu ana sering bergumam dalam hati, mengapa Syaikh Saad Asy-Syatsriy kalau menjawab SMS hanya "ูุนู /ุตุญูุญ/ูุง/ุชูุถู/ุณูู ู ุฑุจู ู ุฅูุงู" dan jawaban singkat lainnya.
Dulu juga ana pernah bertanya dalam benak sendiri mengapa sebagian asatidz kita tidak pernah membalas SMS/pesan FB. Kalaupun membalas, jawabannya hanya: Boleh, tidak boleh, tidak tahu, dan semacamnya.
Mungkin...
▶ Waktu mereka banyak tersita untuk belajar dan mengajar, siang dan malam.
▶ Mereka tidak ingin kita belajar instant dengan fatwa. Kita 'digiring' untuk mencari dalilnya, karena ilmu itu bukan kata mereka melainkan dalil di balik perkataan itu.
Semoga Allah merahmati mereka, memberkahi dan memanjangkan umur mereka dalam ketaatan.
Dinukil dari: FB Ust. Muflih Safitra
Demikian, wabillahi at-taufiiq
No comments:
Post a Comment